Samarinda
(Humas) - Sebagai bagian dari upaya membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang BerAKHLAK, Kementerian Agama
resmi membuka kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
(Latsar CPNS) dan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan
Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2025, pada hari ini, Senin (14/7). Acara
dipusatkan di Auditorium Kemenag RI, Jakarta, dan diikuti secara daring oleh
puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia. BerAKHLAK merupakan nilai-nilai yang
berorientasi Pelayanan, Akuntabel,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Pelatihan
ini wajib diikuti oleh seluruh CPNS dan PPPK yang dinyatakan lulus pada periode
TA 2024. Arah dan orientasi utama dari penyelenggaraan ini adalah untuk
membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk menjalankan
tugas dan tanggungjawab sebagai abdi negara untuk pelayanan publik yang profesional
dan berintegritas. Kegiatan ini diikuti oleh 17.221 CPNS dengan rincian yang
hadir secara klasikal 260 CPNS dan hadir secara daring 16.961 CPNS serta 71.455
PPPK yang mengikuti secara daring terpusat di masing-masing titik kumpul kantor
Kementerian Agama Pusat Provinsi/Kota/Kabupaten/PTKN/BDK dan Asrama Haji. Tema
yang diangkat pada Pelatihan Dasar CPNS dan Orientasi PPPK pada tahun 2025
yaitu “Membangun SMaRT ASN dalam Mewujudkan Kementerian Agama Berdampak”. SMaRT
adalah akronim dari Semangat, Melayani, Responsif, dan Terpecaya. Hal ini
sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Bapak Prof. Dr. H. Muhammad
Ali Ramdhani, S.TP, M.T.
Selanjutnya,
acara dilanjutkan penyampaian enam kebijakan baru untuk memudahkan karir ASN
yang disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara Prof. Dr. Zudan Arif
Fakrulloh, SH., M.H. Kebijakan yang disampaikan salah satunya pencantuman gelar
bagi ASN yang memiliki Diploma, S1, S2, ataupun S3 dapat mencantumkan gelar
tersebut dengan syarat ijazah tersebut dari kampus yang terakreditasi. Kemudian
beliau juga menyampaikan mengenai izin belajar bagi ASN, pencantuman gelar
profesi yang dimiliki, kenaikan jabatan fungsional untuk uji kompetensi dapat
diperbanyak lagi dalam setahun dan dapat melakukan kenaikan pangkat
mendahului atasannya jika memang memenuhi persyaratannya.
Kemudian acara ini dibuka oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya ASN Kemenag sebagai teladan dalam menjaga integritas, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, serta mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah keberagaman bangsa. Selain itu, tidak hanya motto BerAKHLAK, tetapi ASN Kementerian Agama harus ISTIQOMAH (Ikhlas, Sabar, Tawaduk, Istiqomah, Qanaah, Amanah, Mutawassiq, Adab, dan al-Hilmu).
Pelatihan akan mencakup berbagai materi, seperti nilai-nilai ASN BerAKHLAK, wawasan kebangsaan, etika birokrasi, serta penguatan digitalisasi layanan publik. Menteri Agama berharap para peserta mampu menjadi pelayan publik yang unggul dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan dibukanya pelatihan ini, Kementerian Agama berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur yang siap menghadapi tantangan birokrasi modern, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (AR/foto:KPG)
