Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Sekjen
  • 2026-09-30 14:56:02
  • 18

Samarinda (Humas) – Penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas. Melalui kegiatan pembinaan, para pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan terus meningkatkan kompetensi, membangun kolaborasi, serta menghadirkan layanan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan dan karakter peserta didik.Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Pembinaan Guru dan Staf di MTs Ad-Daud yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengawas Madrasah, Drs. H. Jumian. Kehadiran unsur pembina dan pengawas madrasah dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan kepada guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas serta mengembangkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Mengawali kegiatan, Kepala MTs Ad-Daud, Husnul Khotimah, S.H.I., S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda beserta Pengawas Madrasah dalam kegiatan pembinaan.

“Terima kasih saya ucapkan atas kehadiran Bapak Kepala Kantor di MTs Ad-Daud. Dengan adanya pembinaan ini, kami berharap dapat memperoleh ilmu, pengalaman, dan motivasi yang dapat menjadi bekal bagi kami dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kualitas madrasah,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan penguatan kepada seluruh guru dan staf untuk terus meningkatkan kualitas dalam melaksanakan tugas, sekaligus membangun kebersamaan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin baik.

Sebelum arahan Kepala Kantor, Pengawas Madrasah Drs. H. Jumian terlebih dahulu memberikan materi kepada para guru dan tenaga kependidikan mengenai Kurikulum Berbasis Cinta. Materi tersebut menjadi bagian dari penguatan pemahaman pendidik dalam menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, dan hubungan yang baik dalam lingkungan madrasah.

Penyampaian materi tersebut menjadi pengantar sebelum dilanjutkan dengan pembinaan dan arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H.



Dalam arahannya, H. Nasrun menyampaikan apresiasi terhadap upaya MTs Ad-Daud dalam menciptakan lingkungan madrasah yang nyaman bagi warga madrasah. Ia berharap perhatian terhadap lingkungan tersebut dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan sehingga ke depan suasana madrasah semakin asri, hijau, dan mendukung proses pendidikan.

“Saya mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan MTs Ad-Daud dalam menjaga lingkungan madrasah. Mudah-mudahan ke depannya bisa semakin asri, cantik, dan hijau,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya menciptakan lingkungan madrasah yang nyaman dan menarik tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan madrasah. Karena itu, ia mengajak komite, yayasan, orang tua peserta didik, siswa, serta guru untuk bersama-sama membangun dan memperindah lingkungan madrasah.

Selain lingkungan fisik, H. Nasrun juga menekankan pentingnya membangun kekuatan internal madrasah melalui sinergi dan kolaborasi. Ia berpesan kepada Kepala MTs Ad-Daud bahwa seorang pemimpin tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Tidak ada pemimpin yang bekerja sendiri. Kalau kita ingin menjadi lebih baik, harus ada sinergi, kolaborasi yang baik, dan teamwork yang baik. Kita memang mempunyai tanggung jawab masing-masing, tetapi tetap menuju misi yang sama,” pesannya.

Ia menjelaskan, setiap unsur dalam madrasah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Namun, perbedaan tugas tersebut perlu dipersatukan dalam tujuan yang sama, yakni memberikan pendidikan dan layanan terbaik bagi peserta didik serta membawa madrasah terus berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, H. Nasrun juga menyoroti tantangan guru dalam menghadapi karakter peserta didik yang semakin beragam. Menurutnya, mengelola pendidikan bukanlah pekerjaan yang mudah karena setiap anak memiliki karakter, minat, potensi, dan keunikan masing-masing.

“Tidak mudah mengelola pendidikan. Anak-anak itu memiliki passion dan minat yang berbeda-beda. Kita sebagai guru harus membantu mencari jati diri mereka. Tugas kita adalah membantu mereka,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa setiap peserta didik memiliki ciri khas masing-masing. Karena itu, guru diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu peserta didik mengenali potensi, minat, dan kemampuan dirinya.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari tantangan pendidikan yang dihadapi saat ini. Guru dituntut untuk mampu memahami peserta didik secara lebih dekat sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pembinaan tersebut sekaligus menjadi ruang penguatan bagi guru dan tenaga kependidikan MTs Ad-Daud untuk terus meningkatkan kualitas diri, membangun komunikasi yang baik, serta memperkuat kerja sama dalam menjalankan tugas. Sinergi antara pimpinan, guru, tenaga kependidikan, yayasan, komite, orang tua, dan peserta didik menjadi bagian penting dalam menciptakan madrasah yang tidak hanya nyaman secara lingkungan, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai potensi dan karakter masing-masing. (dna)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30