Samarinda (Humas) - Dalam rangka
memperkuat sinergi antara pelayanan keagamaan dan pengabdian sosial di tengah masyarakat,
Pengawas Pendidikan Agama Buddha Kota Samarinda dan seakligus pendamping
penyuluh, Bapak Kuswanto, S.Ag., M.Pd, melakukan kegiatan pemantauan dan
pendampingan pada acara Pelayanan dan Cek Kesehatan Gratis yang
diselenggarakan oleh pengurus umat Buddha di TITD Thien Ie Kong, Jalan Yos
Sudarso, Kota Samarinda, pada Kamis (31/07).
Acara ini merupakan bagian dari
sebuah praktik nilai-nilai keagamaan umat Buddha (Metta Karuna/Cinta kasih dan
kasih sayang) yang sarat dengan makna spiritual, refleksi diri, serta dalam ajaran
Tridharma. Dengan kata lain, kegiatan yang dilakukan oleh umat Buddha di TITD
Thien Ie Kong juga merupakan ajaran Sang Buddha yang diimplementasikan dalam
bentuk nyata sebagai praktik belas kasih (karuna) dan kemanusiaan, dengan
memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada umat dan masyarakat sekitar, tanpa
memandang latar belakang suku, agama, atau status sosial.
Pelayanan kesehatan tersebut
terlaksana berkat kolaborasi umat Buddha dengan Tim Kesehatan dari Puskesmas Unit
Samarinda Kota dan Unit Kesehatan Kerja (UKK) Kelurahan Karang Mumus, yang
menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, cek tekanan
darah, pemeriksaan gula darah, dan edukasi gaya hidup sehat. Masyarakat
terlihat antusias mengikuti kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak
Kuswanto, S.Ag., M.Pd, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas inisiatif
yang digagas oleh pengurus TITD Thien Ie Kong. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini
merupakan contoh konkret dari aktualisasi ajaran agama Buddha dalam kehidupan
sosial kemasyarakatan, terutama dalam upaya menciptakan keselarasan hidup,
kepedulian terhadap sesama, dan penguatan nilai-nilai toleransi serta moderasi
beragama.
“Kegiatan ini menunjukkan
bahwa ajaran agama Buddha tidak hanya berhenti pada aspek spiritual, melainkan
juga meluas pada kepedulian sosial dan kemanusiaan. Ini menjadi bentuk moderasi
beragama yang nyata dan patut diapresiasi, “ ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi salah
satu wujud nyata dari kolaborasi lintas sektor antara unsur agama, pemerintah,
dan masyarakat. Pemerintah melalui pengawas dan penyuluh agama hadir tidak
hanya untuk mengawasi, melakukan pendampingan tetapi juga mendukung dan
memberikan motivasi atas inisiatif-inisiatif keagamaan yang berorientasi pada
kesejahteraan sosial.
Dengan adanya kegiatan seperti
ini, diharapkan dapat memperkuat citra agama sebagai kekuatan moral yang
mendorong kemajuan masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan
pentingnya hidup rukun, saling menghargai, dan tolong-menolong di tengah kemajemukan
bangsa Indonesia. (DNA/foto:PP)
