Samarinda (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas
pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya Artificial
Intelligence (AI), yang kini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan dunia
pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Nasrun saat memberikan sambutan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi pada Masyarakat Tahun 2026 dengan tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Penguatan Pembelajaran Berkualitas di Madrasah”, yang berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BRIDA Kalimantan
Timur Dr. Ir. Fitriansyah, S.T., M.M., serta Anggota DPR RI Daerah Pemilihan
Kalimantan Timur Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, yang juga menyampaikan keynote
speech. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari kolaborasi
dalam mendorong pemanfaatan riset, inovasi, dan teknologi untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran di madrasah.
Dalam sambutannya, Nasrun menyampaikan bahwa kesempatan guru
untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan masih relatif terbatas. Kondisi
tersebut menyebabkan berbagai program peningkatan kompetensi belum sepenuhnya
dapat menjangkau seluruh pendidik secara merata.
“Kesempatan untuk mengikuti diklat memang masih sangat minim.
Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi sangat penting agar dapat memberikan
tambahan wawasan dan menyentuh langsung para guru sebagai ujung tombak
pendidikan,” ujarnya.
Nasrun menyambut baik terselenggaranya kegiatan yang membahas
pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Menurutnya, perkembangan teknologi merupakan
sebuah kenyataan yang tidak dapat dihindari, sehingga para pendidik perlu terus
belajar dan beradaptasi.
“AI ini tidak bisa kita hindari. Yang kita hadapi sekarang
adalah persoalan siapa yang lebih cepat beradaptasi dan mampu memanfaatkan
perkembangan teknologi dengan baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peserta didik yang dihadapi para guru saat
ini merupakan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital.
Dengan akses internet yang begitu luas, anak-anak dapat memperoleh berbagai
informasi dan mempelajari banyak hal, bahkan di luar materi yang dipelajari di
sekolah.
“Anak-anak yang kita hadapi sekarang adalah anak-anak yang
hidup di zamannya. Ketika mereka mengakses internet, mereka bisa belajar banyak
hal, bahkan mungkin lebih jauh dari apa yang mereka pelajari di sekolah, dan
tidak semuanya memiliki filter,” jelas Nasrun.
Oleh karena itu, menurutnya, peran guru tidak hanya sebatas
menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi pendamping dan pengarah
agar peserta didik mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, positif, dan
bertanggung jawab.
Nasrun berharap kegiatan peningkatan kapasitas tersebut dapat
terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi guru
madrasah. Ia juga mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan antara berbagai
pihak, termasuk BRIN, BRIDA Kalimantan Timur, Anggota DPR RI Dr. Ir. Hetifah
Sjaifudian, MPP, Kementerian Agama, serta madrasah.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas akses
guru terhadap pengetahuan, riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi dalam
pembelajaran. Terlebih, jumlah madrasah yang menjadi tanggung jawab pembinaan
Kementerian Agama cukup besar, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI),
Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
“Dengan adanya dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak,
kami berharap ke depan semakin banyak program yang dapat membantu peningkatan
kapasitas guru dan kualitas pendidikan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Nasrun berharap pemanfaatan Artificial
Intelligence dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kualitas
pembelajaran di madrasah. Namun demikian, teknologi harus tetap ditempatkan
sebagai sarana pendukung yang digunakan secara bijak dan disesuaikan dengan
kebutuhan pendidikan.
Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Kemitraan Riset dan
Inovasi BRIN ini secara khusus mengangkat tema pemanfaatan AI untuk penguatan
pembelajaran berkualitas di madrasah. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan
dilanjutkan dengan pemaparan materi serta sesi diskusi dan tanya jawab terkait
penerapan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan.
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, Kementerian Agama Kota
Samarinda terus mendorong para pendidik untuk tidak tertinggal, melainkan mampu
beradaptasi, berinovasi, dan memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai peluang
dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan bagi generasi masa kini. (dna)
