Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Sekjen
  • 2026-08-24 16:41:18
  • 18

Samarinda (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang kini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan dunia pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Nasrun saat memberikan sambutan dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi pada Masyarakat Tahun 2026 dengan tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Penguatan Pembelajaran Berkualitas di Madrasah”, yang berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, Senin (24/8/2026).



Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BRIDA Kalimantan Timur Dr. Ir. Fitriansyah, S.T., M.M., serta Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, yang juga menyampaikan keynote speech. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendorong pemanfaatan riset, inovasi, dan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.

Dalam sambutannya, Nasrun menyampaikan bahwa kesempatan guru untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai program peningkatan kompetensi belum sepenuhnya dapat menjangkau seluruh pendidik secara merata.

“Kesempatan untuk mengikuti diklat memang masih sangat minim. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi sangat penting agar dapat memberikan tambahan wawasan dan menyentuh langsung para guru sebagai ujung tombak pendidikan,” ujarnya.

Nasrun menyambut baik terselenggaranya kegiatan yang membahas pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Menurutnya, perkembangan teknologi merupakan sebuah kenyataan yang tidak dapat dihindari, sehingga para pendidik perlu terus belajar dan beradaptasi.

“AI ini tidak bisa kita hindari. Yang kita hadapi sekarang adalah persoalan siapa yang lebih cepat beradaptasi dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peserta didik yang dihadapi para guru saat ini merupakan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital. Dengan akses internet yang begitu luas, anak-anak dapat memperoleh berbagai informasi dan mempelajari banyak hal, bahkan di luar materi yang dipelajari di sekolah.

“Anak-anak yang kita hadapi sekarang adalah anak-anak yang hidup di zamannya. Ketika mereka mengakses internet, mereka bisa belajar banyak hal, bahkan mungkin lebih jauh dari apa yang mereka pelajari di sekolah, dan tidak semuanya memiliki filter,” jelas Nasrun.

Oleh karena itu, menurutnya, peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi pendamping dan pengarah agar peserta didik mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, positif, dan bertanggung jawab.

Nasrun berharap kegiatan peningkatan kapasitas tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi guru madrasah. Ia juga mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan antara berbagai pihak, termasuk BRIN, BRIDA Kalimantan Timur, Anggota DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, Kementerian Agama, serta madrasah.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas akses guru terhadap pengetahuan, riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Terlebih, jumlah madrasah yang menjadi tanggung jawab pembinaan Kementerian Agama cukup besar, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

“Dengan adanya dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, kami berharap ke depan semakin banyak program yang dapat membantu peningkatan kapasitas guru dan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Nasrun berharap pemanfaatan Artificial Intelligence dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kualitas pembelajaran di madrasah. Namun demikian, teknologi harus tetap ditempatkan sebagai sarana pendukung yang digunakan secara bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan.

Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN ini secara khusus mengangkat tema pemanfaatan AI untuk penguatan pembelajaran berkualitas di madrasah. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi serta sesi diskusi dan tanya jawab terkait penerapan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan.
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, Kementerian Agama Kota Samarinda terus mendorong para pendidik untuk tidak tertinggal, melainkan mampu beradaptasi, berinovasi, dan memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai peluang dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan bagi generasi masa kini. (dna)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30