Samarinda (Humas) – Pada Senin (10/11), Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kota Samarinda melaksanakan kegiatan pelepasan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Mahasiswa atas nama Muhammad Fajri telah melaksanakan kegiatan PKL selama tiga bulan, terhitung sejak Agustus hingga November 2025, dan turut serta dalam berbagai aktivitas kehumasan serta administrasi pengawasan madrasah di bawah bimbingan para pengawas.
Kegiatan pelepasan ini menjadi
penutup dari proses pembelajaran lapangan yang penuh pengalaman dan kolaborasi.
Selama menjalani PKL, mahasiswa terlibat dalam kegiatan pendampingan kerja,
dokumentasi, serta penguatan administrasi kelembagaan yang berorientasi pada
peningkatan mutu layanan pendidikan di madrasah. Momen perpisahan ini menjadi
bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mahasiswa selama berada di
lingkungan Pokjawas Madrasah Kota Samarinda.
Selain acara pelepasan, kegiatan
juga dirangkaikan dengan rapat evaluasi kinerja dan pembahasan isu-isu terkini
yang dipimpin oleh Drs. H. Jumian selaku Ketua Pokjawas Madrasah Kota
Samarinda, serta didampingi oleh H. Yaman, S.Pd.I., M.Pd, Ketua Pokjawas PAI.
Rapat ini menjadi wadah strategis bagi seluruh pengawas untuk melakukan
refleksi atas capaian kerja yang telah dilaksanakan selama beberapa bulan
terakhir serta merumuskan langkah-langkah peningkatan pengawasan di masa
mendatang.
Dalam rapat tersebut, para
pengawas membahas secara mendalam tentang perkembangan terkini dunia pendidikan
madrasah, termasuk kebijakan baru yang berkaitan dengan perubahan dan penerapan
kurikulum cinta di madrasah. Kurikulum ini diharapkan mampu menjadi pedoman
dalam membangun karakter peserta didik agar lebih berakhlak, berempati, dan
memiliki rasa cinta terhadap lingkungan belajar serta sesama. Pembahasan
mencakup berbagai strategi implementasi di lapangan, mulai dari perencanaan
kegiatan pembelajaran berbasis karakter, pembinaan guru, hingga integrasi
nilai-nilai cinta dalam kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Selain membahas kurikulum, para
pengawas juga menyoroti beragam permasalahan yang muncul di lapangan selama
proses pengawasan, seperti tantangan dalam pelaksanaan administrasi madrasah,
koordinasi antar lembaga, serta pembinaan terhadap tenaga pendidik. Setiap
persoalan diurai bersama dan dicari solusi yang aplikatif, dengan harapan agar
setiap satuan pendidikan madrasah dapat terus berbenah menuju pengelolaan yang
lebih efektif dan berkualitas.
Kegiatan ini juga menjadi ajang
untuk mempererat sinergi antar pengawas madrasah dalam membangun semangat
kebersamaan dan tanggung jawab kolektif. Melalui evaluasi rutin dan diskusi
terbuka, Pokjawas Madrasah Kota Samarinda berkomitmen untuk terus berinovasi
dalam mendampingi madrasah agar tetap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa
meninggalkan nilai-nilai spiritual dan karakter Islami.
Pelepasan mahasiswa PKL sekaligus
rapat evaluasi ini diharapkan dapat menjadi momentum berharga bagi semua pihak
yang terlibat. Mahasiswa memperoleh pengalaman berharga yang dapat memperkuat
kompetensi akademiknya, sementara para pengawas semakin memperkuat komitmen
profesionalisme dalam menjalankan peran strategis mereka di bidang pendidikan
madrasah.
Dengan berakhirnya kegiatan ini,
Pokjawas Madrasah Kota Samarinda menegaskan kembali semangat kebersamaan dan
tanggung jawab dalam membangun madrasah yang unggul, berkarakter, dan
berorientasi pada cinta sebagai landasan pendidikan yang bermakna dan berkelanjutan. (DNA/foto:PP)
