Samarinda (Humas) - Pelantikan
dan pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Banjar Borneo (LBB) Kota
Samarinda Kalimantan Timur periode 2026–2031 berlangsung dengan penuh khidmat
pada Senin (18/5), bertempat di Gedung BAPPERIDA Lantai 4, Jalan Dahlia.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran organisasi
kemasyarakatan berbasis adat dan budaya dalam mendukung pembangunan daerah
serta menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini
bertujuan untuk mengukuhkan kepengurusan baru DPW LBB Kota Samarinda agar dapat
menjalankan roda organisasi secara optimal, sekaligus mempererat sinergi antara
tokoh adat, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan
ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas elemen dalam rangka memperkuat
persatuan dan kesatuan.
Acara tersebut dihadiri oleh
sejumlah tokoh penting dari kalangan kesultanan, pemerintah daerah, serta unsur
Forkopimda. Hadir Drs. H. Adji Muhammad Ariffin selaku Sultan Kutai Kartanegara Ing
Martadipura, Datu Amir M.A sebagai Sultan Sambaling Berau, serta Adji Raden
Muhammad Bakhrun selaku Sultan Gunung Tabur Berau. Kehadiran para sultan ini
menegaskan kuatnya dukungan unsur adat terhadap keberadaan dan peran Laskar
Banjar Borneo di daerah.
Turut hadir Wakil Wali Kota
Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M. yang mewakili pemerintah daerah, serta
Sri Repelita, S.Sos, M.Si selaku perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(Kesbangpol) Kota Samarinda. Dari unsur keamanan, hadir Hendri Umat selaku
Kapolresta Samarinda, Inf. Arif Herman sebagai Komandan Kodim 0901/Samarinda, serta
Anggara Sitompul, S.I.P.,M.S.I selaku Komandan Korem Aji Surya Natakesuma. Kehadiran para
pejabat ini menunjukkan dukungan penuh terhadap terciptanya stabilitas dan
sinergitas antara organisasi masyarakat dengan aparat pemerintah dan keamanan.
Selain itu, kegiatan ini juga
dihadiri oleh Ketua Umum LBB Pusat beserta jajaran pengurus pusat, dewan
pembina, serta seluruh pengurus wilayah DPW LBB Kota Samarinda yang akan
dilantik. Kehadiran berbagai unsur ini semakin memperkuat makna penting dari pelantikan
sebagai momentum kebersamaan dan konsolidasi organisasi.
Mewakili Kepala Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda, H. Yaman, M.Pd hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain sebagai perwakilan Kementerian Agama, beliau juga merupakan penasehat
Lembaga Adat Kekerabatan Kesultanan Banjar (LAKKB). Dalam kesempatan itu, ia
menyampaikan bahwa organisasi seperti LBB memiliki peran strategis dalam
menjaga keseimbangan antara nilai adat dan nilai keagamaan, serta menjadi
perekat dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
Ia juga menekankan pentingnya
pengurus yang baru dilantik untuk dapat menjalankan amanah dengan penuh
tanggung jawab, menjaga integritas, serta terus berkontribusi dalam menciptakan
suasana yang harmonis, damai, dan religius di tengah masyarakat.
Prosesi pelantikan berlangsung
dengan tertib dan penuh makna, ditandai dengan pembacaan ikrar dan penyerahan
mandat kepada jajaran pengurus yang baru. Momentum ini menjadi awal bagi
kepengurusan DPW LBB Kota Samarinda periode 2026–2031 untuk menjalankan program
kerja yang berorientasi pada pelestarian budaya, penguatan solidaritas sosial,
serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Mengusung semangat “Haram
Manyarah Waja Sampai Kaputing”, yang berarti pantang menyerah hingga akhir,
kegiatan ini menjadi simbol tekad dan komitmen seluruh pengurus dan anggota LBB
untuk terus menjaga nilai-nilai luhur budaya Banjar serta memperkuat persatuan
dalam bingkai kebhinekaan.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan DPW Laskar Banjar Borneo Kota Samarinda dapat semakin solid, adaptif, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berbudaya, religius, dan berdaya saing tinggi di Kalimantan Timur. (DNA)
