Samarinda (Humas) - Dalam rangka memastikan mutu dan kelancaran pelaksanaan evaluasi pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah, Pengawas Madrasah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 pada dua satuan pendidikan di Kota Samarinda, yakni MI At Taqwa yang berlokasi di Jalan Kurnia Makmur, Harapan Baru, serta MI Sullamul Ulum di Jalan Jakarta, Loa Bakung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (22/4), sebagai bagian dari tugas pengawasan untuk memastikan seluruh tahapan ujian berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
Monitoring dilakukan secara
langsung dengan menyasar pelaksanaan TKA pada sesi pertama di MI At Taqwa dan
sesi kedua di MI Sullamul Ulum Samarinda. Dalam kegiatan tersebut, pengawas
melakukan pemantauan menyeluruh terhadap berbagai aspek pelaksanaan ujian,
mulai dari kesiapan panitia, kelengkapan administrasi, pengaturan ruang ujian,
kehadiran peserta, hingga mekanisme pengawasan di dalam ruang ujian.
Berdasarkan hasil pemantauan di
lapangan, pelaksanaan TKA di kedua madrasah tersebut dijadwalkan berlangsung
selama dua hari, yakni pada tanggal 22 hingga 23 April 2026. MI At Taqwa
melaksanakan ujian dengan sistem dua gelombang yang terbagi dalam dua sesi,
sementara MI Sullamul Ulum melaksanakan ujian dalam satu gelombang dengan dua
sesi. Setiap sesi ujian berlangsung selama 1 jam 45 menit, sesuai dengan
ketentuan waktu yang telah ditetapkan.
Jumlah peserta yang mengikuti TKA
di MI At Taqwa tercatat sebanyak 82 siswa, sedangkan di MI Sullamul Ulum
sebanyak 76 siswa. Seluruh peserta mengikuti ujian dengan tertib dan disiplin,
serta menunjukkan kesiapan yang baik dalam menghadapi evaluasi akademik
tersebut. Suasana ujian di kedua madrasah berlangsung kondusif, dengan dukungan
sarana dan prasarana yang memadai.
Dalam rangka menjaga objektivitas
dan integritas pelaksanaan ujian, sistem pengawasan ruang dilakukan secara
silang antar madrasah. MI At Taqwa mendapatkan pengawas ruang dari MI Ma’arif
NU 001, sedangkan MI Sullamul Ulum diawasi oleh guru dari MI Al Muna. Pola
pengawasan silang ini dinilai efektif dalam meminimalisir potensi pelanggaran
serta memastikan pelaksanaan ujian berjalan secara jujur dan transparan.
Selain melakukan pemantauan,
pengawas juga mencermati kesiapan teknis panitia, termasuk distribusi soal,
tata tertib ujian, serta mekanisme pengumpulan dan pengamanan lembar jawaban
peserta. Seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai prosedur tanpa kendala yang
berarti. Panitia pelaksana di masing-masing madrasah juga terlihat sigap dan
terorganisir dengan baik dalam menjalankan tugasnya.
Secara keseluruhan, hasil
monitoring menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA Tahun 2026 di MI At Taqwa dan MI
Sullamul Ulum Samarinda berlangsung dengan tertib, lancar, dan sukses. Tidak
ditemukan hambatan signifikan baik dari aspek teknis maupun nonteknis, yang
menunjukkan kesiapan matang dari pihak madrasah dalam menyelenggarakan kegiatan
evaluasi ini.
Kegiatan monitoring ini menjadi
bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di madrasah,
khususnya dalam menjamin pelaksanaan evaluasi yang akuntabel, transparan, dan
berintegritas. Diharapkan melalui pengawasan yang berkelanjutan, mutu pelaksanaan
ujian di madrasah dapat terus ditingkatkan, sejalan dengan upaya mewujudkan
pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. (DNA/foto:PP)
