Samarinda (Humas) - Dalam rangka memastikan kualitas dan kelancaran pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun 2026, Pengawas Madrasah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd., melaksanakan kegiatan monitoring di tiga Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Samarinda pada Selasa (5/5). Tiga madrasah yang menjadi sasaran kegiatan tersebut adalah MI Sullamul Hidayah yang berlokasi di Jl. P. Antasari Air Putih, MI Sullamul Ulum di Jl. Jakarta Lok Bahu, serta MI Al Huda di Jl. Pusaka Lok Bahu.
Kegiatan monitoring ini merupakan
bagian dari upaya pengawasan akademik untuk memastikan bahwa pelaksanaan Ujian
Madrasah berjalan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Ujian
Madrasah Tahun 2026, yang dalam juknis terbaru juga dikenal sebagai Asesmen
Madrasah, dilaksanakan selama satu minggu, dimulai sejak tanggal 4 Mei hingga 9
Mei 2026. Bahkan, pada beberapa madrasah, pelaksanaan ujian diperpanjang hingga
11 Mei 2026 untuk mengakomodasi mata pelajaran muatan lokal.
Monitoring dimulai dari MI
Sullamul Hidayah sebagai titik pertama. Di lokasi ini, pengawas melakukan
peninjauan langsung terhadap kesiapan ruang ujian, kehadiran peserta,
kelengkapan administrasi, hingga mekanisme pelaksanaan ujian. Selanjutnya,
kegiatan dilanjutkan ke MI Sullamul Ulum sebagai titik kedua, dan diakhiri di
MI Al Huda Samarinda sebagai lokasi ketiga. Pada setiap lokasi, pengawas
memastikan bahwa seluruh proses berjalan tertib, terstruktur, dan sesuai dengan
standar operasional yang berlaku.
Pada hari pelaksanaan monitoring,
ujian diawali dengan mata pelajaran Fiqih pada sesi pertama, kemudian
dilanjutkan dengan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada sesi
kedua. Ketiga madrasah menunjukkan kesiapan yang baik, baik dari sisi peserta
didik maupun panitia pelaksana. Jumlah peserta ujian tercatat sebanyak 57 siswa
di MI Sullamul Hidayah, 76 siswa di MI Sullamul Ulum, dan 27 siswa di MI Al
Huda. Seluruh peserta hadir tanpa terkecuali, mencerminkan tingkat kedisiplinan
dan kesiapan yang tinggi dalam mengikuti ujian.
Dalam hal teknis pelaksanaan,
terdapat variasi metode yang digunakan di masing-masing madrasah. MI Sullamul
Hidayah telah menerapkan sistem kombinasi antara manual dan berbasis teknologi
informasi dengan memanfaatkan perangkat telepon genggam sebagai media ujian.
Sementara itu, MI Sullamul Ulum dan MI Al Huda masih menggunakan sistem manual
secara penuh. Perbedaan metode ini menunjukkan adanya adaptasi bertahap
terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, sekaligus tetap
mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing madrasah.
Pengawasan ruang ujian
dilaksanakan secara silang antar guru di madrasah masing-masing. Hal ini
bertujuan untuk menjaga objektivitas, transparansi, serta integritas dalam
pelaksanaan ujian. Selain itu, seluruh perangkat administrasi ujian, mulai dari
daftar hadir, berita acara, hingga naskah soal, telah dipersiapkan secara
lengkap oleh Tim Ujian Madrasah di masing-masing satuan pendidikan.
Berdasarkan hasil pemantauan di
lapangan, pelaksanaan Ujian Madrasah di ketiga madrasah tersebut berjalan
dengan tertib, lancar, dan kondusif. Para peserta terlihat mengikuti ujian
dengan serius dan penuh semangat, sementara para pengawas ruang menjalankan
tugasnya dengan disiplin dan tanggung jawab. Situasi ini mencerminkan sinergi
yang baik antara pihak madrasah, peserta didik, dan pengawas dalam menyukseskan
pelaksanaan ujian.
H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd.,
dalam kegiatan tersebut juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang
terlibat atas kesiapan dan komitmen dalam menyelenggarakan Ujian Madrasah
secara optimal. Ia menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini tidak hanya bertujuan
untuk melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan dan evaluasi
guna meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
Dengan terlaksananya monitoring
ini, diharapkan pelaksanaan Ujian Madrasah Tahun 2026 dapat menjadi tolok ukur
dalam menilai capaian kompetensi peserta didik sekaligus menjadi bahan evaluasi
untuk perbaikan sistem pembelajaran di masa mendatang. Selain itu, kegiatan ini
juga diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kualitas,
integritas, dan kredibilitas penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kota
Samarinda. (DNA/foto:PP)
