Samarinda (Humas) – In House Training (IHT) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) digelar di MTs Darul Ihsan Samarinda. Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita, mengundang perhatian lantaran menghadirkan sosok inspiratif di bidang pendidikan, Ibu Siti Djulaikah, M.Pd. Pengawas Madrasah sebagai Narasumber utama, Senin (27/10).
Berbeda dari IHT pada umumnya,
kegiatan ini diselenggarakan di suasana yang lebih segar, yaitu di Rosty Bakery
and Resto, Jalan Ir. H. Juanda, menciptakan atmosfer belajar yang santai namun
fokus. Tujuannya satu: menanamkan filosofi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang
menekankan pada pendidikan yang penuh kasih, dan menghargai potensi peserta
didik.
Kepala Madrasah, Fathurrahman,
S.Ag. , yang turut memberikan sambutan pembukaan, bersama Ketua Panitia Dr. M.
Zaibi, M.Pd. , menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar tren,
melainkan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berilmu dan berakhlak
mulia. Sambutan juga disampaikan oleh Komite MTs Darul Ihsan, Gusti Heliana
Safitri, S.H., M.H..
Ibu Siti Djulaikah, M.Pd., yang
diundang secara terhormat oleh MTs Darul Ihsan , memimpin sesi-sesi pelatihan
yang sangat aplikatif dan dinanti-nantikan. Agenda inti IHT berfokus pada
integrasi KBC dengan teknologi, yakni:
- Sesi Pagi (09.00 - 11.30 Wita): Menyusun Perangkat
Ajar KBC dengan Menggunakan Aplikasi Grok.
- Sesi Siang (13.00 - 15.30 Wita): Membuat Perangkat
Ajar KBC dengan Menggunakan Aplikasi Grok.
Dalam sesi ini, Ibu Siti
Djulaikah memandu para guru untuk tidak hanya memahami konsep KBC, tetapi juga
secara langsung mempraktikkan bagaimana merancang modul dan perangkat ajar yang
"berjiwa" cinta dan kasih sayang, dengan bantuan aplikasi modern
seperti Grok. Seluruh sesi materi yang disajikan oleh beliau berlangsung
interaktif, di mana Dr. M. Zaibi, M.Pd., selaku Ketua Panitia, bertindak
sebagai Moderator.
MTs Darul Ihsan Samarinda, yang
terletak di Jl. Siti Aisyah RT. 28 TLI Samarinda dan memiliki status TERAKREDITASI
BAIK , menunjukkan komitmennya yang tinggi terhadap kualitas pendidikan. Kegiatan
ini, menegaskan keseriusan madrasah yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok
Pesantren Darul Ihsan, untuk terus berinovasi dan membekali tenaga pendidik
dengan pendekatan kurikulum terbaik.
IHT ditutup pada pukul 16.00 Wita
setelah sesi penutup, meninggalkan semangat baru bagi para guru untuk segera
mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di ruang kelas. "Atas
kehadiran dan kesediaan Ibu Siti Djulaikah, kami mengucapkan terima
kasih," demikian penutup undangan yang disampaikan oleh pihak madrasah,
menandai suksesnya kolaborasi antara madrasah dan pengawas dalam mencetak
generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh empati. (DNA/foto:PP)
