Samarinda (Humas) Optimalisasi Fungsi dan peran masjid dalam
membina dan menggerakkan potensi umat” itulah judul materi yang dipaparkan oleh
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda DR. H. Baequni, M.Pd saat
menjadi narasumber pada acara Bimbingan Teknis Peningkatan Da’i, Mubbaligh dan
Takmir Masjid yang diselenggarakan oleh MUI Prov. Kaltim di Hotel Amaris Sabtu
(26/08).
Dihadapan
pengurus masjid/musholla menjelaskan
bahwa manajemen masjid yang baik harus bisa memberikan tempat terbaik bagi
jamaah dalam melaksanakan ibadah maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Karena
itu, peran takmir masjid harus ditingkatkan, sehingga bisa menciptakan
kemakmuran masjid.
“kenyamanan
masjid/musholla sangat diperlukan untuk kekhusyuan dalam beribadah terutama
sholat,” katanya.
H.
Baequni., selanjutnya menjelaskan tentang Peran strategis masjid sebagai
pemberdayaan umat. Peran strategis sebagai wadah pemberdayaan ummat terdapat
empat fungsi dan peran masjid antar lain, satu; sebagai Pusat Pendidikan dan
Pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan merupakan peran strategis yang saat
ini telah banyak dilakukan di masjid. Proses ini ditandai dengan adanya
kegiatan pendidikan dan pemberian pelatihan-pelatihan diantaranya dengan
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan Taman Pendidikan Al Quraan (TPA),
Remaja Masjid maupun Ta’mir Masjid beserta kegiatannya. Dalam konteks ini
masjid berfungsi sebagai tempat untuk belajar mengajar, khususnya ilmu agama
yang merupakan fardlu ‘ain bagi umat Islam.
Dua;
Pusat Penjaringan Potensi Umat. Masjid dengan jamaah yang selalu hadir sekedar
untuk menggugurkan kewajibannya terhadap Allah bisa saja mencapai puluhan,
ratusan, bahkan ribuan orang jumlahnya. Ini bisa bermanfaat bagi berbagai macam
usia, beraneka profesi dan tingkat (strata) baik ekonomi maupun intelektual,
bahkan sebagai tempat berlangsungnya akulturasi budaya secara santun apabila
dilakukan penjaringan pada petensi-potensi yang mereka miliki.
Tiga;
Sebagai tempat pembinaan jama’ah. Masjid berperan dalam mengkoordinir mereka
guna menyatukan potensi dan kepemimpinan umat. Selanjutnya umat yang
terkoordinir secara rapi dalam organisasi Ta’mir Masjid dibina keimanan,
ketaqwaan, ukhuwah dan da’wah islamiyahnya. Sehingga Masjid menjadi basis umat
Islam yang kokoh.
Empat;
Sebagai pusat da’wah dan kebudayaan Islam. Masjid merupakan jantung kehidupan umat
Islam yang selalu berdenyut untuk menyebarluaskan da’wah Islamiyah dan budaya
Islami. Di Masjid pula direncanakan, diorganisasi, dikaji, dilaksanakan dan
dikembangkan da’wah dan kebudayaan Islam yang menyahuti kebutuhan masyarakat.
Karena itu Masjid, berperan sebagai sentra aktivitas da’wah dan
kebudayaan.
Lima;
Sebagai Pusat Pengembangan Budaya dan Tradisi Islami. Masjid sebagai tempat
melestarikan dan mengembangkan beragam tradisi dan seni yang telah dilembagakan
masyarakat muslim melalui program pembinaan qira’atul Qur’an bit taghanni
(membaca Al-Quran dengan lagu), latihan seni hadrah, pembacaan sholawat Nabi ,
penyelenggaraan Peringatan Hari-Hari Besar Islam dan lain-lain.
Dan
yang keenam; Sebagai Pusat Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi. Masjid sebagai
tempat pemberdayaan kaum dhuafa dan mustad’afin (terutama fakir, miskin dan
anak yatim) melalui program pembentukan lembaga Zakat, Infak dan Shadaqah,
lembaga ekonomi umat, pemberian santunan kepada dhuafa dan pelatihan
kewirausahaan.
Selanjutnya
H. Baequni., menjelaskan bahwa jika
ingin mempunya masjid yang paripurna maka harus memperhatikan imaroh, bagaimana
agar masjid tetap makmur. Selanjutnya Idaroh, pengelolaan administrasi yang
bagus dan riqah, menjaga, memelihara dan merawat masjid dengan baik.
Diakhir
pemaparannya yang panjang lebar H. Baequni., menyampaikan Closing Statemen, “Berdasarkan
potensi yang telah saya paparkan dapat di pahami bahwa secara komprehenship
masjid mempunyai peran yang sangat strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah
semata-mata tetapi juga mempunyai peran dalam memberdayakan ummat Islam baik
dari segi budaya dan ekonomi. Peran stregis ini perlu dikembangan berdasar
kepada kebutuhan dan potensi umat,” pungkasnya. (Han)
