Samarinda (Humas) –
Transformasi digital menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan
kompetensi guru dan kualitas pendidikan Islam di madrasah. Hal tersebut menjadi
fokus dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) Bersama Dr. Ir. Hj.
Hetifah Sjaifudian, MPP, anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur,
bersama Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah
Ibtidaiyah (MI) se-Kota Samarinda, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus 1 Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda ini mengangkat tema “Transformasi Digital Madrasah: Meningkatkan Kompetensi Guru dan Kualitas Pendidikan Islam” dan diikuti oleh 150 peserta GTK RA dan MI.
Kepala Kantor Kementerian
Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut
sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kompetensi pendidik dan peningkatan
kualitas pendidikan madrasah di Kota Samarinda. Kegiatan ini juga menghadirkan
Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd., dari Kementerian Agama Kota Samarinda sebagai
narasumber yang berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait penguatan pendidikan
madrasah.
Melalui kegiatan NGOPI, para
guru dan tenaga kependidikan diharapkan memperoleh wawasan serta perspektif
baru mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi,
tetapi juga mendorong pendidik untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan
mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Partisipasi GTK RA dan MI
dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan madrasah
menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan. Kompetensi guru yang
terus berkembang diharapkan dapat mendukung terciptanya proses pembelajaran
yang lebih efektif, kreatif, dan berkualitas.
Kementerian Agama Kota
Samarinda terus mendukung berbagai upaya peningkatan kapasitas pendidik sebagai
bagian dari penguatan mutu pendidikan Islam. Melalui kolaborasi dan
pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, madrasah diharapkan mampu
beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman
sebagai landasan pendidikan.
Dengan semangat transformasi digital, madrasah di Kota Samarinda diharapkan semakin siap menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, relevan, dan mampu menjawab tantangan masa depan. (dna/foto:pp)
