Jakarta (Humas) — MTsN Model Samarinda resmi menjadi penerima Penghargaan Adiwiyata, sebuah apresiasi nasional bagi satuan pendidikan yang berhasil membangun budaya peduli dan berbudaya lingkungan. Penghargaan tersebut diberikan dalam agenda nasional yang bertempat di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Kamis (11/12) dan diikuti oleh berbagai sekolah serta madrasah dari seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan ini, Kepala MTsN Model Samarinda, Misbakhus Sururi, S.Pd.I., M.Pd.I, hadir bersama staf Tata Usaha untuk menerima penghargaan secara langsung. Rombongan MTsN Model Samarinda didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H, yang memberikan dukungan penuh serta apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih madrasah. Dukungan pimpinan Kemenag Kota Samarinda menjadi bentuk nyata komitmen lembaga dalam mendorong madrasah untuk terus berkembang dalam pengelolaan lingkungan.
Penerimaan Penghargaan Adiwiyata ini merupakan hasil dari berbagai program dan inovasi MTsN Model Samarinda dalam menerapkan pendidikan lingkungan hidup. Madrasah secara konsisten menjalankan kegiatan pengelolaan sampah berbasis 3R, penghijauan kawasan madrasah melalui pemanfaatan ruang hijau, pembiasaan perilaku hidup bersih, serta integrasi materi edukasi lingkungan dalam proses pembelajaran. Peserta didik juga dilibatkan secara aktif melalui berbagai kegiatan kreatif dan kolaboratif yang menguatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan.
Selain itu, madrasah turut membangun kerja sama dengan komunitas, lembaga lingkungan, serta mitra eksternal untuk memperluas implementasi sekolah berbudaya lingkungan. Upaya ini menghasilkan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik yang berwawasan ekologi.
Kementerian Agama Kota Samarinda memberikan apresiasi dan menyampaikan harapan agar prestasi MTsN Model Samarinda dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain di wilayah Kota Samarinda. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu berperan tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga dalam pembangunan budaya lingkungan hidup yang berkelanjutan. (AR/foto:H.M)
