Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pengawas
  • 2025-11-21 13:36:50
  • 132

Samarinda (Humas) – MTs Sabilarrasyad Samarinda melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Kurikulum Berbasis Cinta pada Kamis (20/11) bertempat di Kantor Yayasan Pondok Pesantren Sabilarrasyad. Kegiatan ini menghadirkan narasumber tunggal, Ibu Siti Djulaikah S.Pd.,M.Pd, yang memberikan pendampingan intensif terkait penyusunan kurikulum, perangkat pembelajaran, serta penguatan program madrasah berbasis data.



Pelaksanaan IHT diawali dengan sambutan dari Ketua Yayasan, Kepala Madrasah, dan Pengawas Madrasah. Dalam sambutannya, jajaran pimpinan menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menumbuhkan karakter positif pada peserta didik. Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan foto bersama sebagai tanda kebersamaan dan kesiapan seluruh guru dalam mengikuti rangkaian pelatihan.

Pada sesi pertama, Ibu Siti Djulaikah S.Pd.,M.Pd membawakan materi mengenai Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Madrasah (RKM) yang berlandaskan Raport Pendidikan dan Evaluasi Diri Madrasah (EDM). Beliau menekankan pentingnya data sebagai dasar perencanaan agar program madrasah lebih tepat sasaran, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Guru-guru diajak melihat kembali data capaian madrasah serta memetakannya menjadi program yang terencana dan terukur.

Memasuki sesi berikutnya, narasumber memaparkan secara mendalam mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)—sebuah pendekatan yang mengintegrasikan nilai spiritual, karakter, dan akhlak mulia dalam seluruh struktur kurikulum. Ibu Siti Djulaikah S.Pd.,M.Pd mendorong para guru untuk menyusun kurikulum yang tidak hanya fokus pada penguasaan kompetensi, tetapi juga menguatkan rasa cinta pada kebaikan, lingkungan, dan proses belajar itu sendiri.

Guru-guru diajak memahami bagaimana menata pembelajaran yang humanis dan memberdayakan, serta bagaimana kurikulum dapat menjadi sarana membentuk kepribadian peserta didik yang santun, peduli, dan berakhlak. Materi disampaikan secara interaktif dengan memberikan contoh nyata dari praktik pembelajaran di madrasah.

Pada sesi akhir, kegiatan berfokus pada penyusunan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan deep learning dan elemen-elemen Kurikulum Berbasis Cinta. Narasumber menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran harus mampu mencerminkan pembelajaran mendalam, kolaboratif, dan relevan dengan kehidupan siswa. Guru diberikan contoh model perangkat mulai dari tujuan pembelajaran, pemetaan materi, hingga evaluasi yang berorientasi pada pemahaman dan karakter.

Selain itu, peserta diberi kesempatan untuk mulai menyusun draft perangkat pembelajaran secara langsung, kemudian melakukan diskusi dan klarifikasi agar sesuai dengan standar penerapan KBC di lingkungan madrasah.

Kegiatan IHT ditutup dengan refleksi bersama seluruh peserta. Kepala MTs Sabilarrasyad menyampaikan apresiasi atas semangat guru-guru dan kontribusi Ibu Siti Djulaikah S.Pd.,M.Pd yang telah memberikan wawasan serta panduan aplikatif. Melalui IHT ini, guru-guru diharapkan semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses belajar mengajar sehingga madrasah semakin mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan penuh nilai kebaikan. (DNA/foto:PP)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30