Samarinda (Humas) – MTs Sabilarrasyad Samarinda melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) Kurikulum Berbasis Cinta pada Kamis (20/11) bertempat di Kantor Yayasan Pondok Pesantren Sabilarrasyad. Kegiatan ini menghadirkan narasumber tunggal, Ibu Siti Djulaikah S.Pd.,M.Pd, yang memberikan pendampingan intensif terkait penyusunan kurikulum, perangkat pembelajaran, serta penguatan program madrasah berbasis data.
Pelaksanaan IHT diawali dengan
sambutan dari Ketua Yayasan, Kepala Madrasah, dan Pengawas Madrasah. Dalam
sambutannya, jajaran pimpinan menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Berbasis
Cinta merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
sekaligus menumbuhkan karakter positif pada peserta didik. Setelah sesi
pembukaan, acara dilanjutkan dengan foto bersama sebagai tanda kebersamaan dan
kesiapan seluruh guru dalam mengikuti rangkaian pelatihan.
Pada sesi pertama, Ibu Siti
Djulaikah S.Pd.,M.Pd membawakan materi mengenai Penyusunan Rencana Kerja
Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja Madrasah (RKM) yang berlandaskan Raport
Pendidikan dan Evaluasi Diri Madrasah (EDM). Beliau menekankan pentingnya data
sebagai dasar perencanaan agar program madrasah lebih tepat sasaran, relevan,
dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Guru-guru diajak melihat kembali
data capaian madrasah serta memetakannya menjadi program yang terencana dan
terukur.
Memasuki sesi berikutnya,
narasumber memaparkan secara mendalam mengenai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)—sebuah
pendekatan yang mengintegrasikan nilai spiritual, karakter, dan akhlak mulia
dalam seluruh struktur kurikulum. Ibu Siti Djulaikah S.Pd.,M.Pd mendorong para
guru untuk menyusun kurikulum yang tidak hanya fokus pada penguasaan
kompetensi, tetapi juga menguatkan rasa cinta pada kebaikan, lingkungan, dan
proses belajar itu sendiri.
Guru-guru diajak memahami
bagaimana menata pembelajaran yang humanis dan memberdayakan, serta bagaimana
kurikulum dapat menjadi sarana membentuk kepribadian peserta didik yang santun,
peduli, dan berakhlak. Materi disampaikan secara interaktif dengan memberikan
contoh nyata dari praktik pembelajaran di madrasah.
Pada sesi akhir, kegiatan
berfokus pada penyusunan perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan deep
learning dan elemen-elemen Kurikulum Berbasis Cinta. Narasumber menjelaskan
bahwa perangkat pembelajaran harus mampu mencerminkan pembelajaran mendalam,
kolaboratif, dan relevan dengan kehidupan siswa. Guru diberikan contoh model
perangkat mulai dari tujuan pembelajaran, pemetaan materi, hingga evaluasi yang
berorientasi pada pemahaman dan karakter.
Selain itu, peserta diberi
kesempatan untuk mulai menyusun draft perangkat pembelajaran secara langsung,
kemudian melakukan diskusi dan klarifikasi agar sesuai dengan standar penerapan
KBC di lingkungan madrasah.
Kegiatan IHT ditutup dengan
refleksi bersama seluruh peserta. Kepala MTs Sabilarrasyad menyampaikan
apresiasi atas semangat guru-guru dan kontribusi Ibu Siti Djulaikah S.Pd.,M.Pd yang
telah memberikan wawasan serta panduan aplikatif. Melalui IHT ini, guru-guru
diharapkan semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam
proses belajar mengajar sehingga madrasah semakin mampu mencetak generasi yang
cerdas, berkarakter, dan penuh nilai kebaikan. (DNA/foto:PP)
