Samarinda (Humas) - Dalam rangka
mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter, Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Nurul Islam Samarinda menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT)
Penyusunan RPP Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta Tahun Ajaran
2025/2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pendidik dan
tenaga kependidikan untuk memperkuat pemahaman terhadap konsep pembelajaran
yang lebih mendalam, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter
peserta didik.
Kegiatan IHT dilaksanakan pada hari Selasa (21/10), bertempat di aula MTs Nurul Islam Samarinda. Kegiatan berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA, dan diikuti oleh 19 guru, 3 staf tata usaha, serta 6 mahasiswa praktik kerja lapangan (PKL). Pelaksanaan kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan madrasah dan yayasan sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Hadir dalam kegiatan tersebut
sejumlah tokoh dan pejabat dari Kementerian Agama Kota Samarinda, di antaranya Kepala
Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Bapak Edy Soltami, S.Ag., M.AP, Ketua
Pokjawas Madrasah Kota Samarinda Bapak Drs. H. Jumian, serta Pengawas Madrasah
Bapak Imran, M.Pd. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata perhatian dan dukungan
terhadap pengembangan kompetensi guru madrasah di Kota Samarinda.
Kegiatan IHT menghadirkan Ibu
Siti Djulaikah, M.Pd sebagai narasumber, yang memaparkan konsep dan
implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Deep Learning dan Kurikulum
Berbasis Cinta. Pendekatan Deep Learning menekankan pembelajaran yang
berpusat pada siswa (student-centered learning), dengan mendorong peserta didik
untuk memahami makna di balik setiap materi, bukan sekadar menghafal. Sementara
itu, Kurikulum Berbasis Cinta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih
sayang, dan empati dalam proses pembelajaran, sehingga interaksi guru dan siswa
terjalin secara positif, penuh makna, dan membentuk suasana belajar yang
hangat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan
ini menjadi wadah refleksi dan pengembangan diri bagi guru untuk meninjau
kembali strategi dan pendekatan pembelajaran yang telah diterapkan di kelas.
Para peserta diajak untuk menyusun RPP yang tidak hanya memenuhi standar
administratif, tetapi juga mampu menginspirasi siswa untuk berpikir kritis,
kreatif, dan berakhlak mulia.
Selain pembelajaran, kegiatan ini
juga menjadi ajang pembinaan kedisiplinan dan penguatan etos kerja di
lingkungan madrasah. Dengan hadirnya pimpinan dan pembina madrasah, kegiatan
berjalan dengan penuh semangat dan antusiasme dari seluruh peserta. Para guru
aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mempraktikkan langsung penyusunan
RPP yang mengintegrasikan pendekatan Deep Learning dengan nilai-nilai
cinta dan karakter.
Kepala MTs Nurul Islam Samarinda
bersama Ketua Yayasan turut memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan
ini. Keduanya menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk
memperkuat budaya mutu madrasah dan mendorong peningkatan profesionalisme guru.
IHT menjadi ruang kolaborasi untuk membangun madrasah yang tidak hanya unggul
dalam prestasi akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter dan nilai
moral siswa.
Kegiatan yang berlangsung dari
pagi hingga sore hari ini berjalan lancar dan produktif. Setiap sesi memberikan
kontribusi nyata terhadap peningkatan kemampuan guru dalam merancang
pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini. Melalui IHT
ini, diharapkan guru-guru MTs Nurul Islam Samarinda dapat menerapkan hasil
pelatihan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, menciptakan kelas yang
interaktif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara
utuh.
Penutupan kegiatan ditandai
dengan kesan positif dari seluruh peserta, yang merasakan manfaat langsung dari
materi dan praktik yang disampaikan. Dengan terselenggaranya IHT ini, MTs Nurul
Islam Samarinda semakin mantap menapaki langkah menuju madrasah yang unggul,
inovatif, dan berkarakter, sejalan dengan semangat mewujudkan pendidikan yang
berdaya saing dan bermakna bagi generasi muda di masa depan. (DNA/foto:PP)
