Samarinda (Humas) - Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pengelolaan satuan pendidikan, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd., menjadi narasumber pada kegiatan In House Training (IHT) Peningkatan Kompetensi Guru melalui Coding, Artificial Intelligence (AI), Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dan Pengembangan Modul Ajar Berbasis Deep Learning yang diselenggarakan oleh MTs Darussalam Samarinda pada 23–24 Juni 2026 di Hotel Grand Kartika, Samarinda.
Kegiatan yang diikuti oleh guru
dan tenaga kependidikan MTs Darussalam Samarinda ini bertujuan untuk memperkuat
kapasitas pendidik dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital
sekaligus mengimplementasikan kebijakan pendidikan terkini. Workshop
menghadirkan berbagai materi strategis, mulai dari asesmen diagnostik, konsep
dasar coding dan kecerdasan artifisial, praktik penerapan AI dalam pendidikan
dan robotika, hingga penyusunan modul ajar dan kokurikuler.
Pada hari Selasa,(23/6/2026),
Siti Djulaikah menyampaikan materi tentang Pengembangan Modul Ajar Berbasis
Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dalam paparannya, ia
menekankan pentingnya pembelajaran mendalam (deep learning) yang tidak
hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik
untuk berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan mampu mengaitkan pembelajaran
dengan kehidupan nyata. Pendekatan ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu
pembelajaran yang saat ini menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan
madrasah.
Selain itu, Siti Djulaikah juga
mengajak para guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta
dalam penyusunan perangkat pembelajaran. Menurutnya, pendidikan yang
berlandaskan kasih sayang, penghargaan terhadap keberagaman, dan penguatan
karakter akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis dan bermakna
bagi peserta didik.
Kegiatan berlangsung secara
interaktif melalui sesi diskusi, praktik penyusunan modul ajar, serta berbagi
pengalaman implementasi pembelajaran di kelas. Para peserta tampak antusias
mengikuti setiap sesi karena materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan
pembelajaran abad ke-21 dan tantangan pendidikan masa depan.
Melalui kegiatan ini, Siti
Djulaikah berharap para guru mampu mengembangkan perangkat pembelajaran yang
inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berorientasi
pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia juga menegaskan bahwa
peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan merupakan salah satu kunci
utama dalam mewujudkan madrasah yang unggul, bermutu, dan berdaya saing.
Kegiatan workshop ini menjadi
bagian dari komitmen MTs Darussalam Samarinda dalam meningkatkan
profesionalisme guru dan kualitas layanan pendidikan, sehingga mampu
menghasilkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan
zaman. (dna/foto:pp)
