Samarinda (Humas)
- Upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah terus didorong. Pada Jumat (19/09),
Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, Bapak Imran, M.Pd, hadir di
MTs Al Mujahidin 2 Samarinda untuk melaksanakan kegiatan Pendampingan
Penyusunan Evaluasi Diri Madrasah (EDM) Tahun 2025.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 10 peserta ini melibatkan jajaran pimpinan madrasah, guru, dan tim internal yang berperan langsung dalam proses perencanaan mutu. Suasana diskusi berlangsung dinamis, di mana setiap peserta berkesempatan menyampaikan pandangan terkait pencapaian dan tantangan yang dihadapi madrasah.
Penyusunan EDM
sendiri merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan mutu serta kinerja
madrasah secara berkelanjutan. Melalui instrumen ini, madrasah dapat melakukan
pemetaan kondisi riil, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta menyusun
rencana tindak lanjut yang lebih terarah.
Dalam
pendampingan tersebut, Bapak Imran menekankan pentingnya keterlibatan aktif
seluruh unsur madrasah. Menurutnya, EDM tidak boleh hanya dipandang sebagai
dokumen administratif semata, melainkan sebagai sarana refleksi untuk mengukur
sejauh mana program dan kegiatan madrasah memberi dampak nyata pada proses
belajar mengajar.
Dengan adanya
pendampingan, madrasah diharapkan mampu menyusun EDM yang akurat, transparan,
dan berorientasi pada pengembangan kualitas. Hal ini tidak hanya bermanfaat
bagi peningkatan manajemen lembaga, tetapi juga berdampak langsung terhadap
mutu lulusan yang dihasilkan.
Kegiatan ini
juga menjadi wadah mempererat kolaborasi antara pengawas, kepala madrasah, dan
guru dalam merancang langkah perbaikan. Harapannya, MTs Al Mujahidin 2 dapat
terus berkembang menjadi madrasah yang unggul, memiliki daya saing, dan mampu
menjawab kebutuhan pendidikan di tengah perubahan zaman.
Dengan semangat
kebersamaan dan komitmen terhadap mutu, penyusunan EDM 2025 di MTs Al Mujahidin
2 Samarinda tidak sekadar menjadi kewajiban, tetapi juga ikhtiar bersama untuk
membangun masa depan pendidikan Islam yang lebih baik. (DNA/foto:PP)
