Samarinda (Humas)
- Semangat kebersamaan tampak terasa pada Sabtu (20/09) di ruang pertemuan MTs
Al-Misra Samarinda. Hari itu menjadi momen penting bagi keluarga besar madrasah
karena mendapat pendampingan langsung dari Pengawas Madrasah, Ibu Siti
Djulaikah, M.Pd.
Kegiatan yang
diikuti oleh 21 peserta, terdiri dari Kepala Madrasah Langkane, S.Pd, Waka
Humas, Waka Kesiswaan, Waka Sarpras, bendahara, serta para guru ini,
berlangsung penuh kehangatan. Mereka hadir bukan sekadar untuk memenuhi
kewajiban administrasi, melainkan dengan niat bersama untuk meningkatkan mutu
pembelajaran dan tata kelola madrasah agar lebih baik di masa mendatang.
Dalam
pendampingan ini, dua materi utama menjadi fokus bahasan. Pertama, penyusunan
Kurikulum Madrasah (KM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kerja
Anggaran Madrasah (RKAM) yang disusun berdasarkan hasil rapat pendidikan serta
didukung oleh data Evaluasi Diri Madrasah (EDM). Melalui bimbingan
pengawas, peserta didorong untuk mampu menyusun dokumen perencanaan secara
sistematis, transparan, dan akuntabel. Dengan begitu, madrasah memiliki peta
jalan yang jelas dalam mencapai target mutu pendidikan.
Materi kedua
yang tak kalah penting adalah penguatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Ibu Siti Djulaikah menekankan pentingnya penerapan pendekatan Integritas Deep
Learning serta Kurikulum Berbasis Cinta. Konsep ini mengajak para guru untuk
menghadirkan pembelajaran yang bukan hanya mengasah aspek pengetahuan, tetapi
juga membentuk karakter siswa agar berintegritas, berakhlak mulia, dan tumbuh
dengan kecintaan terhadap ilmu.
Diskusi
berjalan dinamis. Para guru tampak antusias bertanya, mengemukakan tantangan
yang mereka hadapi di kelas, dan berbagi praktik baik. Suasana keakraban
membuat kegiatan terasa lebih hidup. Kehadiran kepala madrasah bersama unsur
manajemen sekolah menambah kuat rasa kebersamaan bahwa tanggung jawab
pendidikan bukanlah tugas satu orang, tetapi kerja kolektif seluruh elemen
madrasah.
Dalam
arahannya, Ibu Siti Djulaikah menekankan bahwa pendampingan ini bukan hanya
untuk menyelesaikan laporan atau dokumen, melainkan sarana refleksi bersama.
“Dokumen KM, RKT, RKAM, maupun RPP pada akhirnya harus benar-benar menjadi
pedoman nyata. Jangan berhenti di atas kertas, tetapi menjadi penggerak
perubahan di kelas dan di lingkungan madrasah,” pesannya yang disambut anggukan
setuju peserta.
Di akhir
kegiatan, tampak suasana haru sekaligus penuh optimisme. Para guru merasa
mendapat energi baru untuk terus berinovasi dalam mengajar, sementara jajaran
manajemen madrasah semakin percaya diri dalam mengelola program kerja.
Dengan adanya pendampingan ini, MTs Al-Misra Samarinda optimis melangkah ke depan dengan visi yang lebih jelas: menghadirkan pendidikan yang unggul, berdaya saing, dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan penuh cinta pada ilmu serta agamanya. (DNA/foto:PP)
