Samarinda – Pelaksanaan kegiatan Computer Based Test (CBT) Musabaqah
Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) ke-VIII tahun 2025 di beberapa pesantren di
Samarinda berjalan dengan lancar dan tertib. Monitoring yang dilaksanakan pada
hari Selasa (17/6/2025) ini merupakan bagian dari upaya memastikan kualitas
pelaksanaan seleksi nasional yang menjunjung tinggi integritas, transparansi,
dan akuntabilitas.
Fokus monitoring meliputi kesiapan teknis perangkat,
kenyamanan ruang ujian, serta kepatuhan peserta terhadap tata tertib yang telah
ditetapkan. “Alhamdulillah, proses CBT hari ini berjalan sesuai rencana. Para
peserta tampak serius dan fokus mengikuti ujian, dan dari hasil monitoring
tidak ditemukan kendala teknis yang berarti,” ungkap Tamma, salah satu anggota
tim monitoring.
Pelaksanaan seleksi peserta MQKN 2025 dengan sistem CBT merupakan
tahapan penting dalam menjaring peserta terbaik dari seluruh Indonesia yang
akan melaju ke tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Pondok Pesantren
As’adiah Sengkang Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada tanggal 1-7 Oktober
2025 mendatang.
Ajang ini dibagi menjadi empat makra (kategori) yakni Marhala
Ula (setara MI), Marhala Wustha (setara MTs), Marhala Ulya (setara MA) dan
Ma’had Aly (setara Perguruan Tinggi). Kompetisi ini menjadi ajang bergengsi
dalam tradisi pesantren, khususnya dalam keahlian membaca, memahami, dan
mengkaji literatur kitab kuning.
Adapun peserta seleksi berasal dari pondok pesantren yang berada
di bawah naungan Kementerian Agama Kota Samarinda, antara lain Pondok Pesantren
(PP) Muslimin Indonesia Center (MIC), PP Al-Husna, PP Sabilarrasyad, PP Nurul
Amin, dan PP Syaichona Cholil yang melaksanakan CBT di MAN 2 Samarinda.
Selain memastikan kelancaran teknis, tim juga memberikan
arahan dan semangat kepada para peserta, pendamping dan operator agar tetap
menjaga semangat sportivitas dan nilai-nilai keilmuan yang luhur sebagaimana
menjadi ciri khas pendidikan pesantren.
MQKN 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga sarana memperkuat jaringan keilmuan antarpondok pesantren di seluruh Indonesia dalam semangat ukhuwah islamiyah. (lqf)
