Samarinda (Humas) - Kegiatan Monitoring pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025 dilaksanakan pada Rabu (03/12), di dua satuan pendidikan menengah kejuruan di Kota Samarinda, yakni SMKN 9 Samarinda dan SMK Muhammadiyah 3 Samarinda. Kegiatan monitoring ini dilaksanakan oleh Pengawas PAI Tingkat SMA/SMK, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd, dengan tujuan untuk memastikan pelaksanaan asesmen berjalan sesuai dengan ketentuan, tertib, serta berbasis pada pemanfaatan teknologi digital yang aman dan efektif.
Monitoring pertama dilaksanakan
di SMKN 9 Samarinda yang beralamat di Jalan Piano No. 33, Kelurahan Dadi Mulya,
Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Dalam kegiatan tersebut, Kepala
Sekolah diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang SDM, Pontjowulan H.I.A., M.Pd.
Pelaksanaan ASAS di SMKN 9 diikuti oleh sebanyak 636 siswa dari berbagai
tingkat dan kompetensi keahlian.
Sementara itu, kegiatan
monitoring juga dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 3 Samarinda yang berlokasi di
Jalan Delima Dalam RT 53, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota
Samarinda. Pelaksanaan ASAS di sekolah ini diikuti oleh sebanyak 367 siswa.
Kegiatan asesmen dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Sugeng Riyadi, S.T.,
bersama jajaran guru dan panitia pelaksana.
Pelaksanaan ASAS Ganjil 2025 di
kedua sekolah ini dilaksanakan secara daring dengan menggunakan dua sistem
aplikasi yang berbeda. SMKN 9 Samarinda menggunakan sistem Apps Script yang
dirancang untuk memudahkan baik pihak sekolah maupun siswa dalam mengerjakan
asesmen. Sistem ini dinilai sangat efektif dalam melatih siswa untuk bersikap
jujur, disiplin, serta bertanggung jawab penuh selama pelaksanaan ujian.
Sensitivitas sistem yang digunakan juga sangat relevan dengan tujuan asesmen,
karena mampu melatih siswa agar lebih konsentrasi dan berhati-hati dalam
mengerjakan soal.
Salah satu keunggulan utama dari
sistem Apps Script yang digunakan di SMKN 9 Samarinda adalah adanya fitur
pengunci otomatis. Aplikasi akan terkunci secara otomatis apabila siswa membuka
fitur lain di luar kegiatan ujian, seperti membuka media sosial atau aplikasi
lainnya. Hal ini memberikan jaminan keamanan yang tinggi serta mencegah
terjadinya kecurangan selama pelaksanaan asesmen daring.
Sementara itu, SMK Muhammadiyah 3
Samarinda menggunakan portal E-Learning dengan sistem CBT Exam Browser sebagai
media pelaksanaan ASAS. Penggunaan CBT Exam Browser dinilai sangat ideal untuk
asesmen sumatif karena menawarkan tingkat akurasi, efisiensi, dan keamanan yang
tinggi, baik dari sisi administrasi pelaksanaan maupun dalam proses penilaian
hasil ujian. Sistem ini mampu meminimalisir potensi kecurangan serta
mempermudah proses rekapitulasi nilai secara digital.
Namun demikian, keberhasilan
penerapan CBT Exam Browser ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur
teknologi sekolah serta keterampilan digital seluruh ekosistem pendidikan,
mulai dari guru, siswa, hingga teknisi pendukung. Oleh karena itu, kesiapan
jaringan internet, perangkat ujian, serta kemampuan pengoperasian teknologi
menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ASAS berbasis
daring.
Melalui kegiatan monitoring yang
dilaksanakan oleh Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd, diharapkan pelaksanaan ASAS
Ganjil 2025 di SMKN 9 dan SMK Muhammadiyah 3 Samarinda dapat berjalan dengan
lancar, tertib, jujur, dan akuntabel. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital
dalam asesmen juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran
sekaligus menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan integritas peserta
didik. (DNA/foto:PP)
