Samarinda
(Humas) — Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di sekolah,
Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Samarinda, Ibu
Hildayani, S.Pd.I, melaksanakan kegiatan monitoring dan supervisi administrasi
pembelajaran serta kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi guru-guru PAI di
beberapa sekolah negeri di Kota Samarinda.
Kegiatan ini
dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari, yaitu pada Selasa, 14 Oktober
2025 di SMPN 25 dan SMPN 38 Sungai Kunjang, Rabu, 15 Oktober 2025 di SMPN 46
Jalan APT. Pranoto Samarinda Seberang, dan Kamis, 16 Oktober 2025 di SMPN 39
dan SMPN 24 Bukit Pinang Samarinda.
Dalam kegiatan
tersebut, Ibu Hildayani meninjau secara langsung pelaksanaan pembelajaran di
kelas serta melakukan pendampingan terhadap guru-guru PAI terkait administrasi
perangkat pembelajaran seperti RPP, jurnal, dan instrumen evaluasi. Ia juga
memberikan masukan dan bimbingan agar proses pembelajaran agama Islam dapat
berlangsung lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta
didik.
Menurutnya,
kegiatan monitoring dan supervisi ini bukan sekadar evaluasi administratif,
tetapi juga menjadi sarana pembinaan untuk memperkuat profesionalisme guru PAI.
“Guru adalah garda terdepan dalam pendidikan karakter. Melalui supervisi ini,
kami ingin memastikan bahwa pembelajaran PAI benar-benar menjadi ruang
pembentukan akhlak, bukan hanya penyampaian materi,” ujar Hildayani dengan
penuh semangat.
Ia juga
mengapresiasi para guru yang telah berupaya maksimal dalam mengembangkan metode
pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kondisi peserta didik. Beberapa
guru dinilai telah berhasil menerapkan model pembelajaran berbasis nilai-nilai
spiritual dan kontekstual, yang membuat siswa lebih aktif dan antusias dalam
mengikuti pelajaran.
Selain itu,
kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan solusi terhadap berbagai
kendala yang dihadapi guru dalam kegiatan belajar mengajar, baik dari segi
perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian. Ibu Hildayani berharap hasil dari
supervisi ini dapat menjadi bahan refleksi bersama demi peningkatan kualitas
pembelajaran PAI di masa mendatang.
“Harapan kami,
guru-guru PAI terus mengembangkan diri dan berinovasi. Pembelajaran agama tidak
hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual
agar peserta didik tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia,” tutupnya.
Kegiatan
monitoring dan supervisi ini menjadi bentuk nyata komitmen Pengawas PAI dalam
mendukung peningkatan mutu pendidikan agama Islam di Kota Samarinda, sekaligus
memastikan pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan kurikulum dan
nilai-nilai pendidikan karakter bangsa. (DNA/foto:PP)
