Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pengawas
  • 2025-07-16 14:09:25
  • 160

Samarinda (Humas)- Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Samarinda kembali menghadirkan Mimbar Agama Katolik, sebuah ruang refleksi iman yang ditujukan bagi umat Katolik dan masyarakat umum. Dalam siaran langsung pada Rabu, (16/7) pukul 09.00 Wita. Dalam siaran yang disampaikan oleh Yoseph Goran Tokan, S.Fil., M.Pd., tema yang diangkat adalah “Perumpamaan tentang Uang Mina”, yang diambil dari Injil Lukas 19:11–28.

Siaran ini menjadi momen kontemplatif yang sangat penting, mengajak umat untuk memahami makna terdalam dari perumpamaan yang Yesus sampaikan menjelang perjalanan-Nya ke Yerusalem. Dalam konteks saat itu, Yesus ingin meluruskan harapan orang banyak yang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera terwujud secara lahiriah (Lukas 19:11). Maka, Ia menyampaikan sebuah perumpamaan yang sarat makna tentang pertanggungjawaban iman dan konsekuensi dari pilihan hidup manusia.

Perumpamaan tentang Uang Mina: Setia dalam Hal Kecil, Dipercaya dalam Hal Besar

Dalam renungan siaran, Bapak Yoseph menjelaskan bahwa seorang bangsawan yang hendak dinobatkan menjadi raja mempercayakan sepuluh mina kepada sepuluh hamba, agar mereka mengusahakannya selama ia pergi (Lukas 19:13). Saat kembali, ia meminta pertanggung jawaban atas mina yang telah dipercayakan.

Hamba pertama melaporkan bahwa satu mina telah menghasilkan sepuluh mina tambahan, dan ia menerima pujian serta tanggung jawab atas sepuluh kota (Lukas 19:16–17). Hamba kedua menghasilkan lima mina dan juga menerima penghargaan setimpal (Lukas 19:18–19). Namun, hamba ketiga justru mengembalikan mina itu tanpa hasil apa pun, dengan alasan takut dan tidak percaya pada tuannya (Lukas 19:20–21).

“Perilaku hamba ketiga menjadi gambaran orang yang menyia-nyiakan kesempatan, tidak mau bertanggung jawab, dan hidup dalam ketakutan serta sikap pasif terhadap panggilan Tuhan,” jelas Yoseph.

Yesus menggunakan perumpamaan ini sebagai panggilan bagi para pengikut-Nya untuk aktif dan setia melayani, bukan sekadar menunggu atau bersikap pasif. Mina dalam perumpamaan ini mewakili segala karunia, kesempatan, dan potensi rohani yang Tuhan berikan kepada setiap orang. Tuhan menuntut agar karunia-karunia tersebut digunakan dengan setia, tidak disia-siakan atau disembunyikan.

Makna Perumpamaan bagi Umat Masa Kini

Bapak Yoseph menekankan bahwa perumpamaan ini tidak hanya berlaku pada zaman Yesus atau sebagai teguran bagi bangsa Yahudi, tetapi juga sangat relevan bagi kita saat ini. Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan dan distraksi, umat Kristiani diingatkan untuk tidak kehilangan arah dan tetap bertanggung jawab atas panggilan hidupnya.

“Sekecil apa pun karunia yang Tuhan berikan, harus digunakan sebaik-baiknya. Jika tidak, kita bisa kehilangan bahkan apa yang telah kita miliki,” .

Perumpamaan ini juga mengandung peringatan keras tentang konsekuensi penolakan terhadap Yesus. Dalam ayat 27, Yesus secara simbolis menggambarkan bahwa mereka yang menolak pemerintahan-Nya akan menghadapi penghakiman. Ini menjadi panggilan bagi setiap orang untuk bertobat dan menerima Dia sebagai Raja dalam hidupnya.

“Dalam bacaan Injil yang barusan kita dengar, berbicara tetang perumpaaan uang Mina,

Seorang pekerja wajib melaporkan hasil kerjanya. Ini merupakan pertanggungjawaban atas pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya” kata Yoseph

RRI Samarinda: Menjadi Jembatan Pewartaan Iman

Melalui program Mimbar Katolik ini, RRI Kota Samarinda menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan siaran keagamaan yang mencerahkan, menumbuhkan iman, dan membina kesadaran rohani umat. Program ini menjadi wadah penting bagi umat Katolik, khususnya di Kalimantan Timur, untuk tetap terhubung dengan Sabda Tuhan, terutama bagi mereka yang tidak dapat menghadiri misa secara langsung.

Yoseph Goran Tokan, S.Fil.,M.Pd menutup siaran dengan ajakan tegas namun penuh harapan: "Mari kita bekerja dengan giat dan penuh tanggung jawab atas apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita. Jangan kita menjadi seperti hamba yang menyembunyikan mina karena takut atau malas. Setiap kita dipanggil untuk berbuah, dan Tuhan akan menilai bukan hanya berdasarkan hasil, tetapi berdasarkan kesetiaan." (DNA/foto:BA)


📻 Program: Mimbar Agama Katolik – RRI Kota Samarinda
🎙️ Pembicara: Yoseph Goran Tokan, S.Fil., M.Pd.
📅 Tanggal Siaran: 16 Juli 2025

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30