Samarinda
(Humas)- Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Samarinda kembali menghadirkan Mimbar
Agama Katolik, sebuah ruang refleksi iman yang ditujukan bagi umat Katolik dan
masyarakat umum. Dalam siaran langsung pada Rabu, (16/7) pukul 09.00 Wita.
Dalam siaran yang disampaikan oleh Yoseph Goran Tokan, S.Fil., M.Pd., tema yang
diangkat adalah “Perumpamaan tentang Uang Mina”, yang diambil dari Injil Lukas
19:11–28.
Siaran
ini menjadi momen kontemplatif yang sangat penting, mengajak umat untuk
memahami makna terdalam dari perumpamaan yang Yesus sampaikan menjelang
perjalanan-Nya ke Yerusalem. Dalam konteks saat itu, Yesus ingin meluruskan
harapan orang banyak yang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera terwujud
secara lahiriah (Lukas 19:11). Maka, Ia menyampaikan sebuah perumpamaan yang
sarat makna tentang pertanggungjawaban iman dan konsekuensi dari pilihan hidup
manusia.
Perumpamaan
tentang Uang Mina: Setia dalam Hal Kecil, Dipercaya dalam Hal Besar
Dalam
renungan siaran, Bapak Yoseph menjelaskan bahwa seorang bangsawan yang hendak
dinobatkan menjadi raja mempercayakan sepuluh mina kepada sepuluh hamba, agar
mereka mengusahakannya selama ia pergi (Lukas 19:13). Saat kembali, ia meminta
pertanggung jawaban atas mina yang telah dipercayakan.
Hamba
pertama melaporkan bahwa satu mina telah menghasilkan sepuluh mina tambahan,
dan ia menerima pujian serta tanggung jawab atas sepuluh kota (Lukas 19:16–17).
Hamba kedua menghasilkan lima mina dan juga menerima penghargaan setimpal (Lukas 19:18–19). Namun, hamba ketiga justru mengembalikan mina itu tanpa hasil apa
pun, dengan alasan takut dan tidak percaya pada tuannya (Lukas 19:20–21).
“Perilaku
hamba ketiga menjadi gambaran orang yang menyia-nyiakan kesempatan, tidak mau
bertanggung jawab, dan hidup dalam ketakutan serta sikap pasif terhadap
panggilan Tuhan,” jelas Yoseph.
Yesus
menggunakan perumpamaan ini sebagai panggilan bagi para pengikut-Nya untuk
aktif dan setia melayani, bukan sekadar menunggu atau bersikap pasif. Mina
dalam perumpamaan ini mewakili segala karunia, kesempatan, dan potensi rohani
yang Tuhan berikan kepada setiap orang. Tuhan menuntut agar karunia-karunia
tersebut digunakan dengan setia, tidak disia-siakan atau disembunyikan.
Makna
Perumpamaan bagi Umat Masa Kini
Bapak
Yoseph menekankan bahwa perumpamaan ini tidak hanya berlaku pada zaman Yesus
atau sebagai teguran bagi bangsa Yahudi, tetapi juga sangat relevan bagi kita
saat ini. Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan dan distraksi, umat
Kristiani diingatkan untuk tidak kehilangan arah dan tetap bertanggung jawab
atas panggilan hidupnya.
“Sekecil
apa pun karunia yang Tuhan berikan, harus digunakan sebaik-baiknya. Jika tidak,
kita bisa kehilangan bahkan apa yang telah kita miliki,” .
Perumpamaan
ini juga mengandung peringatan keras tentang konsekuensi penolakan terhadap
Yesus. Dalam ayat 27, Yesus secara simbolis menggambarkan bahwa mereka yang
menolak pemerintahan-Nya akan menghadapi penghakiman. Ini menjadi panggilan
bagi setiap orang untuk bertobat dan menerima Dia sebagai Raja dalam hidupnya.
“Dalam bacaan Injil yang barusan kita dengar, berbicara
tetang perumpaaan uang Mina,
Seorang
pekerja wajib melaporkan hasil kerjanya. Ini merupakan pertanggungjawaban atas
pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya” kata Yoseph
RRI
Samarinda: Menjadi Jembatan Pewartaan Iman
Melalui
program Mimbar Katolik ini, RRI Kota Samarinda menunjukkan komitmennya dalam
menghadirkan siaran keagamaan yang mencerahkan, menumbuhkan iman, dan membina
kesadaran rohani umat. Program ini menjadi wadah penting bagi umat Katolik,
khususnya di Kalimantan Timur, untuk tetap terhubung dengan Sabda Tuhan,
terutama bagi mereka yang tidak dapat menghadiri misa secara langsung.
Yoseph Goran Tokan, S.Fil.,M.Pd menutup siaran dengan ajakan tegas namun penuh harapan: "Mari kita bekerja dengan giat dan penuh tanggung jawab atas apa yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita. Jangan kita menjadi seperti hamba yang menyembunyikan mina karena takut atau malas. Setiap kita dipanggil untuk berbuah, dan Tuhan akan menilai bukan hanya berdasarkan hasil, tetapi berdasarkan kesetiaan." (DNA/foto:BA)
📻 Program: Mimbar Agama Katolik – RRI Kota Samarinda
🎙️
Pembicara: Yoseph Goran Tokan, S.Fil., M.Pd.
📅
Tanggal Siaran: 16 Juli 2025
