Samarinda (Humas) – Pondok
Pesantren Al-Wa’id yang terletak di Jl. Sidomakmur RT.02, Kelurahan Simpang
Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, menggelar peringatan Milad ke-6,
Wisuda Tahfidz Juz 30, serta Haul KH. Abu Nurjazuli dan Nyai Hj. Nurjazuli dan sekaligus penyerahan SK Izin Operasional untuk Madrasah Aliyah Al-Wa’id pada Minggu, 3
Agustus 2025. Rangkaian tiga acara besar ini menjadi tonggak penting dalam
perjalanan pesantren dalam membina generasi Qurani yang unggul dan berakhlakul karimah.
Acara yang berlangsung khidmat
dan penuh syukur ini dihadiri lebih dari 200 orang walisantri serta tamu
undangan dari berbagai kalangan. Momentum ini menjadi refleksi enam tahun
perjuangan Pondok Pesantren Al-Wa’id dalam membina santri serta sebagai motivasi
untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang tahfidzul
Qur’an.
Dalam prosesi wisuda tahfidz,
sebanyak 28 santri (14 putra dan 14 putri) resmi diwisuda atas capaian mereka
dalam menyelesaikan hafalan juz 30. Selain itu, sebanyak 23 santri lainnya juga
telah menyelesaikan hafalan antara 2 hingga 19 juz, menunjukkan proses
pembinaan tahfidz yang terus berjalan secara intensif dan progresif.
Acara ini turut dihadiri oleh
berbagai tokoh penting, di antaranya Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Samarinda, H. Musthofa Nuri, S.H.I., M.Pd., yang hadir mewakili Kanwil Kemenag
Provinsi Kalimantan Timur. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan
selamat atas Milad ke-6 Pondok Pesantren Al-Wa’id serta apresiasi atas
terselenggaranya wisuda tahfidz. Ia juga menyerahkan secara simbolis SK Izin
Operasional Madrasah Aliyah Al-Wa’id, sebagai bentuk dukungan terhadap
pengembangan pendidikan keagamaan yang lebih luas.
Hadir pula H. Aji Mulyadi, M.Pd.,
mantan Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, yang turut memberikan motivasi dan
semangat kepada para santri dan pengurus pesantren. H. Ridla, S.H.I., M.H,,
selaku Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Samarinda,
juga terlihat aktif dalam mendukung jalannya kegiatan.
Turut hadir pula Imran, M.Pd.,
Pengawas Managerial MTs dan MA Al-Wa’id, serta H. Jumian, M.Pd., Ketua
Pokjawasmad Provinsi Kalimantan Timur, yang memberikan apresiasi terhadap
konsistensi Pondok Pesantren Al-Wa’id dalam membina para penghafal Al-Qur’an. Dari
kalangan akademisi, hadir Ust. Abdul Syakur, Lc., M.H., Direktur Ma’had Jami’ah
UINSI Samarinda, dan Ust. Sulthon Fathoni, M.Hum, dosen Fakultas Syariah UINSI
Samarinda, yang memberikan semangat kepada para santri untuk terus melanjutkan
pendidikan tinggi berbasis Qur’ani.
Tak ketinggalan, H. Ruspiani,
M.Pd., mantan pengawas MTs Al-Wa’id, dan Ahmad Hamzah, M.Pd., Kepala MTs Nurul
Islam Palaran, juga turut serta dalam acara ini. Hadir pula Ust. Yusuf Zaini,
M.Pd., Instruktur Tahsin Al-Qur’an metode Tilawati, serta Ust. Ainul Hurry,
M.Pd., Mudir KMI PM Ibadurrahman, yang turut memberikan dukungan dan doa bagi
keberlangsungan pesantren. Selain itu, perwakilan dari Bankaltimtara juga hadir
memberikan apresiasi dan perhatian terhadap perkembangan pendidikan pesantren
di Samarinda.
Dalam sambutannya, H. Musthofa
Nuri menegaskan bahwa Milad ini bukan hanya seremonial semata, tetapi juga
menjadi sarana evaluasi dan introspeksi diri. Ia berharap Pondok Pesantren
Al-Wa’id terus tumbuh menjadi lembaga yang kuat dalam membina generasi Qurani
yang unggul, bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
“Milad ini bukan sekadar
perayaan, namun menjadi sarana evaluasi dan introspeksi diri agar Pondok
Pesantren Al-Wa’id terus berbenah dan memberikan kontribusi nyata dalam
mencetak generasi Qur’ani,” ungkap beliau.
Acara kemudian dilanjutkan dengan
peringatan haul KH. Abu Nurjazuli dan Nyai Hj. Nurjazuli, sebagai bentuk
penghormatan dan doa kepada para pendiri pondok. Momen ini menjadi penguat
spiritualitas bagi seluruh peserta, sekaligus mempererat hubungan antara
santri, alumni, dan masyarakat sekitar.
Sebagai penutup, dilakukan
penyerahan sertifikat tahfidz dan penghargaan kepada para wisudawan, disertai
dengan doa bersama yang berlangsung penuh haru. Para walisantri tampak bangga
dan terharu menyaksikan anak-anak mereka menyelesaikan hafalan Al-Qur’an
sebagai langkah awal menuju penghafalan 30 juz secara sempurna.(REY/DNA/foto:PP)
