Samarinda (Humas) — Peringatan Milad 'Aisyiyah ke-109 menjadi momentum untuk memperkuat semangat dakwah kemanusiaan dalam mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, dan berkemajuan. Mengusung tema "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian", kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta keluarga besar Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Pada kesempatan tersebut, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd. hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Sabtu (27/06/2026).
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Ketua
Pengadilan Tinggi Agama, Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI)
Samarinda, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan
Timur, Kepala MUI Provinsi dan Kota Samarinda, perwakilan pemerintah daerah,
BKKBN, Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), PWNU, kepala sekolah Muhammadiyah
dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan
penampilan seni dari peserta didik TK ABA, termasuk TKA ABA 3 yang telah
ditetapkan sebagai TK Percontohan Nasional. Acara kemudian dilanjutkan dengan
ucapan selamat Milad dari STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb, penampilan siswa
Senior School, solo lagu dari SD Muhammadiyah 4 Samarinda, serta Tari Enggang
yang dipersembahkan oleh SMK Muhammadiyah Istiqomah.
Dalam kultumnya disampaikan bahwa
setiap laki-laki maupun perempuan yang beriman kepada Allah SWT dan beramal
saleh sesuai tuntunan Rasulullah SAW akan memperoleh kehidupan yang baik,
dijauhkan dari kemaksiatan, serta mendapatkan balasan terbaik atas amal yang
dikerjakan. Nilai keikhlasan yang terus dijaga menjadi salah satu fondasi
perjalanan panjang 'Aisyiyah hingga memasuki usia ke-109 tahun. Dakwah yang
dikembangkan senantiasa berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah, mengedepankan
ijtihad dalam memahami persoalan umat, serta menjunjung tinggi sikap tasamuh
atau saling menghargai perbedaan.
Ketua Panitia, Dra. Nora
Janawahti, melaporkan bahwa sebelum puncak Milad, 'Aisyiyah telah melaksanakan
berbagai kegiatan sosial, di antaranya penanaman pohon buah, penyuluhan
kesehatan di Pondok Pesantren Mujahidin, edukasi pencegahan stunting di
sekolah, serta penyaluran bantuan kepada kaum dhuafa di berbagai daerah di
Kalimantan Timur. Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat dukungan para
donatur dan warga 'Aisyiyah.
Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah
Kalimantan Timur, Drs. Hj. Nurhayati Tappa, dalam sambutannya menyampaikan
bahwa tema Milad ke-109 memiliki makna yang mendalam di tengah tantangan
kehidupan saat ini. Menurutnya, kehadiran 'Aisyiyah merupakan bentuk dakwah
yang memuliakan martabat manusia melalui bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan
perempuan, perlindungan kelompok rentan, pelestarian lingkungan, serta
penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa Milad ke-109
menjadi penguat semangat pengabdian untuk menghadirkan Islam sebagai rahmat
bagi seluruh alam.
Sementara itu, Rektor UMKT, Dr.
Muhammad Musiyam, M.T., menyampaikan bahwa 'Aisyiyah merupakan bagian dari
gerakan Islam berkemajuan yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa
sejak berdiri pada tahun 1917. Menurutnya, organisasi tersebut telah membuka
ruang yang luas bagi perempuan untuk berkiprah dalam dunia pendidikan, dakwah,
dan berbagai bidang pengabdian masyarakat sehingga menjadi bagian penting dalam
perjalanan sejarah Indonesia.
Ketua Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah Kalimantan Timur, dr. H. Agus Sukaca, M.Kes., menegaskan bahwa
perempuan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban bangsa.
Berlandaskan semangat yang diwariskan KH. Ahmad Dahlan, perempuan didorong
untuk berkiprah di ruang publik sesuai kapasitasnya dengan tetap menjadikan
keluarga sebagai fondasi utama. Ia juga mengibaratkan perempuan berkemajuan
seperti pohon yang kokoh, berakar pada keluarga sakinah, bertumbuh melalui ilmu
pengetahuan, memiliki hati yang dilandasi teologi Al-Ma'un, serta menghasilkan
amal usaha yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Mewakili Gubernur Kalimantan
Timur, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah, Ir. Siti
Fatisyah Yana, M.Si., mengapresiasi kiprah nyata 'Aisyiyah dalam bidang sosial,
pendidikan, kesehatan, hingga kepedulian terhadap kelompok lanjut usia.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan
pembangunan, sehingga sinergi bersama organisasi kemasyarakatan seperti
'Aisyiyah menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan kesejahteraan masyarakat.
Pada sesi keynote speech, H. Hadi
Mulyadi, S.Si., mengajak seluruh peserta untuk menguatkan nilai-nilai
kemanusiaan melalui kebersihan hati, kepedulian sosial, silaturahmi, serta
keikhlasan dalam beribadah sebagaimana terkandung dalam QS. An-Nahl ayat 97 dan
hadis Rasulullah SAW. Ia menekankan bahwa hati yang bersih dari iri dan dengki,
kemampuan menjaga lisan, kepedulian terhadap sesama, mempererat silaturahmi,
serta keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT merupakan fondasi
utama dalam menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.
Melalui peringatan Milad 'Aisyiyah ke-109 ini, diharapkan semangat dakwah kemanusiaan terus tumbuh dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan perdamaian, memperkuat persatuan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa. (dna/foto:pp)
