Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pengawas
  • 2025-12-30 21:48:52
  • 184

Samarinda (Humas) - Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat kompetensi guru di era transformasi pendidikan, MI Ma’arif NU 01 Samarinda bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertema Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KMA Nomor 1503 Tahun 2025) serta Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (KA). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 29–30 Desember 2025, bertempat di MI Ma’arif NU 01 Samarinda. 


IHT ini diselenggarakan sebagai respon atas kebijakan terbaru Kementerian Agama Republik Indonesia melalui KMA Nomor 1503 Tahun 2025, yang menegaskan pentingnya penerapan kurikulum berbasis cinta dalam proses pendidikan madrasah. Kurikulum ini menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan, akhlak mulia, moderasi beragama, empati, serta pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam.

Selain penguatan kurikulum, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan guru dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (KA) sebagai bagian dari inovasi pembelajaran. Pemanfaatan teknologi KA diharapkan mampu membantu guru dalam menyusun perangkat ajar, mengembangkan media pembelajaran interaktif, melakukan asesmen, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di abad ke-21.

Kegiatan IHT menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman, yaitu H. Jumian, M.Pd, yang menyampaikan materi terkait konsep dan implementasi pembelajaran mendalam serta integrasi kurikulum berbasis cinta dalam praktik pembelajaran di madrasah. Sementara itu, Siti Djulaikah, M.Pd memaparkan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan, termasuk etika penggunaan teknologi, contoh penerapan KA dalam pembelajaran, serta strategi meningkatkan profesionalisme guru melalui teknologi digital.

Dalam setiap sesi, narasumber menyampaikan materi secara interaktif, disertai dengan diskusi, studi kasus, dan praktik langsung. Para peserta tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga diarahkan untuk mampu mengaplikasikan materi dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari di kelas.

Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dan penguatan langsung dari Pengawas Madrasah, Drs. H. Muhammad Masrukin, M.Pd.I,. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa guru madrasah harus siap menghadapi perubahan paradigma pendidikan, dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Menurutnya, kurikulum berbasis cinta dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial harus berjalan seiring untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan berkarakter.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para guru aktif bertanya, berdiskusi, serta berbagi pengalaman terkait tantangan dan praktik pembelajaran di madrasah. IHT ini menjadi ruang kolaboratif bagi guru untuk saling belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas.

Melalui pelaksanaan IHT ini, diharapkan seluruh guru MI Ma’arif NU 01 Samarinda mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam yang berlandaskan nilai cinta, serta memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen MI Ma’arif NU 01 Samarinda dan KKG dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pendidikan nasional dan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia. (DNA/foto:PP)

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30