Samarinda (Humas) - Dalam upaya
meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat kompetensi guru di era
transformasi pendidikan, MI Ma’arif NU 01 Samarinda bersama Kelompok Kerja Guru
(KKG) menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertema Implementasi
Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KMA Nomor 1503 Tahun 2025)
serta Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (KA).
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 29–30 Desember 2025,
bertempat di MI Ma’arif NU 01 Samarinda.
IHT ini diselenggarakan sebagai
respon atas kebijakan terbaru Kementerian Agama Republik Indonesia melalui KMA
Nomor 1503 Tahun 2025, yang menegaskan pentingnya penerapan kurikulum berbasis
cinta dalam proses pendidikan madrasah. Kurikulum ini menitikberatkan pada
penguatan nilai-nilai kemanusiaan, akhlak mulia, moderasi beragama, empati,
serta pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui pendekatan deep
learning atau pembelajaran mendalam.
Selain penguatan kurikulum,
kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan guru
dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial (KA) sebagai bagian dari inovasi
pembelajaran. Pemanfaatan teknologi KA diharapkan mampu membantu guru dalam
menyusun perangkat ajar, mengembangkan media pembelajaran interaktif, melakukan
asesmen, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan
relevan dengan kebutuhan peserta didik di abad ke-21.
Kegiatan IHT menghadirkan
narasumber yang kompeten dan berpengalaman, yaitu H. Jumian, M.Pd, yang
menyampaikan materi terkait konsep dan implementasi pembelajaran mendalam serta
integrasi kurikulum berbasis cinta dalam praktik pembelajaran di madrasah.
Sementara itu, Siti Djulaikah, M.Pd memaparkan materi mengenai pemanfaatan
kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan, termasuk etika penggunaan
teknologi, contoh penerapan KA dalam pembelajaran, serta strategi meningkatkan
profesionalisme guru melalui teknologi digital.
Dalam setiap sesi, narasumber
menyampaikan materi secara interaktif, disertai dengan diskusi, studi kasus,
dan praktik langsung. Para peserta tidak hanya dibekali pemahaman teoritis,
tetapi juga diarahkan untuk mampu mengaplikasikan materi dalam kegiatan belajar
mengajar sehari-hari di kelas.
Kegiatan ini juga mendapat
pendampingan dan penguatan langsung dari Pengawas Madrasah, Drs. H. Muhammad
Masrukin, M.Pd.I,. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa guru madrasah harus
siap menghadapi perubahan paradigma pendidikan, dengan tetap berpegang pada
nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Menurutnya, kurikulum berbasis cinta dan
pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial harus berjalan seiring untuk
menciptakan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan berkarakter.
Antusiasme peserta terlihat jelas
selama kegiatan berlangsung. Para guru aktif bertanya, berdiskusi, serta
berbagi pengalaman terkait tantangan dan praktik pembelajaran di madrasah. IHT
ini menjadi ruang kolaboratif bagi guru untuk saling belajar, meningkatkan
kapasitas diri, dan memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang
berkualitas.
Melalui pelaksanaan IHT ini,
diharapkan seluruh guru MI Ma’arif NU 01 Samarinda mampu mengimplementasikan
pembelajaran mendalam yang berlandaskan nilai cinta, serta memanfaatkan
kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab. Kegiatan ini sekaligus
menjadi wujud nyata komitmen MI Ma’arif NU 01 Samarinda dan KKG dalam
meningkatkan mutu pendidikan madrasah secara berkelanjutan, sejalan dengan visi
pendidikan nasional dan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia. (DNA/foto:PP)
