Samarinda (Humas) - MI Al Huda Jl. Pusaka, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda menjadi salah satu madrasah yang mendapat pendampingan intensif melalui kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 serta Pembinaan Adiwiyata yang dilaksanakan oleh Pengawas Madrasah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd pada Selasa (18/11). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan mutu pengelolaan madrasah berjalan sesuai standar, sekaligus memperkuat karakter dan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah. Dua agenda besar ini memberikan fokus pada aspek manajerial, profesionalisme, serta pembentukan perilaku peserta didik, sehingga menjadi momentum penting dalam mendorong peningkatan kualitas MI Al Huda secara menyeluruh.
Pada agenda utama yaitu PKKM
Tahun 2025, sasaran penilaian adalah Kepala MI Al Huda, Yusuf Sulaeman, S.Pd,
yang dievaluasi terkait pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dalam menjalankan
kepemimpinan madrasah. Pengawas Madrasah H. Syafrudin melakukan penelaahan
detail terhadap empat komponen besar program kerja, yaitu Program Pengembangan
Madrasah, Program Manajerial, Program Kewirausahaan, serta Program Supervisi
Tenaga Pendidik dan Kependidikan. Setiap aspek dianalisis secara mendalam
melalui pemeriksaan dokumen data dukung, telaah administrasi, serta penilaian
kualitas perencanaan dan implementasi program yang telah dijalankan. Kegiatan
ini dilanjutkan dengan wawancara terkait kinerja kepala madrasah, yang menggali
pemahaman, strategi, inovasi, dan komitmen dalam pengembangan mutu lembaga.
Proses penilaian berlangsung
secara sistematis dan profesional, menyoroti efektivitas tata kelola madrasah
dalam menghadapi tantangan pendidikan era sekarang, mulai dari kemampuan
memimpin, mengelola program pembelajaran, membina tenaga pendidik, hingga menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan peserta didik. Melalui
pelaksanaan PKKM ini, pengawas memberikan arahan penguatan agar kepala madrasah
mampu menjaga kualitas manajerial sekaligus meningkatkan kapasitas inovasi
lembaga secara berkelanjutan.
Setelah pelaksanaan PKKM,
kegiatan dilanjutkan dengan Pembinaan Adiwiyata, sebuah program yang bertujuan
menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup kepada warga
madrasah. Dalam kegiatan ini, guru dan siswa terlibat aktif dalam serangkaian
aktivitas pemilahan sampah sebagai bagian dari pembelajaran praktik. Kegiatan
dimulai dengan pengumpulan sampah botol plastik yang dibawa oleh siswa,
kemudian siswa dibagi berdasarkan jenjang kelas untuk melaksanakan tugas
masing-masing. Siswa kelas 1 dan 2 memiliki peran memilah warna tutup botol,
sedangkan kelas 3 dan 4 bertugas memilah warna dasar botol antara biru dan
putih. Pada tingkat yang lebih tinggi, siswa kelas 5 dan 6 diberikan tugas
melepas label botol serta memasukkannya ke tempat yang telah disediakan secara
terpisah.
Kegiatan pembinaan ini tidak
hanya bertujuan memberi pemahaman tentang pengelolaan sampah, tetapi juga
melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama antar siswa. Seluruh
rangkaian pembinaan ditutup dengan kampanye bebas sampah yang mendorong terbentuknya
budaya madrasah yang bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Guru pun
turut serta sebagai pembimbing, memastikan setiap aktivitas berjalan tertib dan
bermakna bagi perkembangan karakter siswa.
Pelaksanaan PKKM dan Pembinaan
Adiwiyata di MI Al Huda memberikan gambaran nyata bagaimana proses pembinaan
madrasah dilakukan secara komprehensif, menyentuh aspek manajerial hingga
pembentukan karakter siswa. Melalui pendampingan langsung oleh Pengawas Madrasah
H. Syafrudin, kegiatan ini diharapkan memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala
madrasah, meningkatkan mutu tata kelola lembaga, serta menanamkan nilai-nilai
kepedulian lingkungan kepada seluruh peserta didik. Dengan pelaksanaan yang
terstruktur dan berkelanjutan, MI Al Huda diharapkan semakin siap menghadapi
tantangan perkembangan pendidikan dan menjadi madrasah yang unggul, bersih, dan
berkarakter. (DNA/foto:PP)
