Samarinda (Humas) - Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai halaman MTs dan MA An-Nur Samarinda saat digelarnya Orientasi dan Pelantikan Palang Merah Remaja (PMR) pada Sabtu–Minggu, 13–14 September 2025. Kegiatan dua hari ini diikuti oleh 25 siswa MTs dan 20 siswa MA yang dengan antusias siap menjadi bagian dari keluarga besar PMR. Mereka didampingi oleh pelatih dari PMI Kota Samarinda dan juga mendapat dukungan penuh dari Kepala MA An-Nur Samarinda yang sekaligus merupakan pengurus PMI Kecamatan Samarinda Utara.
Sejak hari pertama, para peserta
disambut dengan berbagai sesi pengenalan seputar kepalangmerahan, kedisiplinan,
dan kerja sama tim. Tak hanya teori, mereka juga diajak terjun langsung dalam
simulasi pertolongan pertama serta pelatihan dasar kepemimpinan. Setiap
kegiatan dirancang untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, empati, dan jiwa
kepedulian sosial, sehingga para peserta benar-benar merasakan makna menjadi
seorang relawan.
Puncak acara berlangsung khidmat
ketika Kepala MA An-Nur Samarinda memimpin langsung prosesi pelantikan anggota
baru PMR. Dengan penuh kebanggaan, beliau menyematkan tanda keanggotaan kepada
para siswa, sekaligus menanamkan pesan bahwa menjadi bagian dari PMR bukan
sekadar sebuah organisasi, tetapi juga sebuah panggilan hati untuk melayani
sesama. Beliau juga menekankan pentingnya menumbuhkan karakter tangguh, peduli,
dan siap menjadi relawan masa depan yang mampu membawa perubahan positif bagi
lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan ini, para peserta
diperkenalkan dan didorong untuk menghayati 7 Prinsip Dasar Internasional
Palang Merah dan Bulan Sabit Merah — Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan,
Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan. Tak hanya itu, mereka
juga diarahkan untuk menerapkan nilai-nilai Tri Bakti PMR, yang mencakup
pembiasaan hidup sehat agar mampu menjaga diri dan orang lain, semangat untuk
berkarya dan berbakti di tengah masyarakat, serta komitmen mempererat
persahabatan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga kancah
internasional.
Bagi para siswa, pengalaman ini
menjadi momen yang tak terlupakan. Mereka bukan hanya mendapatkan ilmu dan
keterampilan baru, tetapi juga merasakan ikatan persaudaraan yang hangat di
antara sesama anggota. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang tumbuh selama
kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan mereka
sebagai generasi muda madrasah yang berjiwa sosial, berakhlak mulia, dan siap
mengabdi untuk kemanusiaan. (DNA/foto:HA)
