Samarinda (Humas) – Rasa Syukur dan Bangga mengharumkan lembaga pendidikan pada Madrasah di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, dipersembahkan oleh guru pada MIN 1 Samarinda Bapak Budi Setyawan, S. Pd dan Bapak Habibi, S.Pd, pada Ajang Porseni PGRI tingkat Provinsi Kaltim di Kabupaten Berau.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda DR. H. Baequni, M. Pd., pada saat menghadiri dan menyerahkan piagam penghargaan kepada 2 orang guru MIN 1 Samarinda sekaligus launching buku muatan lokal (mulok) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Jalan Biola, Senin (5/12).
Wakil Walikota Samarinda Dr. H. Rusmadi., dalam sambutannya menyampaikan “Hari ini peluncuran buku muatan lokal. Seperti bahasa daerah, kesenian daerah, olahraga tradisional dan cerita rakyat Kaltim. Di sini kita penting untuk mendudukkan muatan lokal dalam konteks melestarikan budaya lokal Kaltim termasuk melestarikan sejarah peradaban bangsa. Yang seperti kita ketahui kerajaan tertua di nusantara ada di Kaltim,”.
Jadi muatan lokal bukan sekedar sesuai dengan nilai prinsip pendidikan, tapi juga memberikan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak kita seperti pola hidup bersih, menjaga lingkungan, mencintai tanaman yang memberikan oksigen yang baik bagi kita. Jadi lanjutnya, penerapan mata pelajaran mulok di sekolah akan mengembangkan bidang-bidang kompetensi peserta didik sesuai dengan ciri khas, potensi dan keunggulan daerah.
Dalam kesempatan itu H. Rusmadi juga mengapresiasi kepada para guru-guru yang telah berkarya dan berprestasi dalam ajang lomba dalam rangka memeriahkan Hari Guru Nasional Tahun 2022 Tingkat Prov. Kaltim di Kab. Berau
Disisi Lain Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda DR. H. Baequni, M,Pd., menyampaikan ucapkan selamat kepada para duta madrasah yang mengharumkan nama MIN 1 Samarinda dengan prestasinya pada Porseni HGN Tahun 2022. Medali yang Saudara raih merupakan kado bagi madrasah pada Hari Guru Nasional ke-77, keikutsertaan para guru dalam ajang porseni ini agar bisa dijadikan motivasi dan teladan bagi peserta didiknya.
“Kalah menang dalam lomba hal biasa, yang luar biasa adalah tumbuhnya jiwa berkompetisi yang membudaya dan menjadi karakter semua warga madrasah. Menjadi hal penting bagi guru untuk memberikan teladan bagi peserta didiknya, bahwa guru pun berani berkompetisi”.(Han)
