Samarinda (Humas) –
Mengenalkan nilai-nilai keagamaan kepada anak sejak usia dini menjadi salah
satu langkah penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan positif dalam
kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan Manasik Haji Cilik (MHC) Tahun 2026,
anak-anak diajak mengenal rangkaian ibadah haji sekaligus menanamkan nilai
keimanan dan ketakwaan dengan cara yang edukatif dan menyenangkan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP-PAUD) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Samarinda tersebut berlangsung di Masjid Islamic Center Kota Samarinda, Kamis (1/10/2026). Kegiatan mengusung tema “Dengan Manasik Haji Cilik 2026 Kita Wujudkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan Menanamkan Keimanan dan Ketakwaan Sejak Dini.” Undangan kegiatan mencantumkan pelaksanaan mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.
Kegiatan tersebut turut
dihadiri Hamsinah S.Ag, S.Pd yang
mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Nina, M.Pd.I yang
mewakili unsur pengawas RA Kota Samarinda, serta Muhammad Idris S.Pd.I dari
Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang turut berperan sebagai pembaca doa.
Kehadiran unsur Kementerian
Agama dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya
bersama dalam memberikan penguatan pendidikan keagamaan bagi anak sejak usia
dini. Manasik haji tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan pelaksanaan
ibadah haji secara sederhana, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran
untuk mengenalkan nilai-nilai ketaatan, kedisiplinan, kebersamaan, kesabaran,
serta kepedulian kepada sesama.
Melalui pendekatan yang sesuai
dengan dunia anak, pengenalan ibadah diharapkan dapat menjadi pengalaman
positif yang melekat dalam proses tumbuh kembang mereka. Anak-anak tidak hanya
memperoleh pengetahuan mengenai ibadah haji, tetapi juga diajak memahami bahwa
setiap bentuk ibadah memiliki nilai dan keteladanan yang dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Tema yang diangkat dalam MHC
2026 juga menempatkan pembentukan kebiasaan positif sebagai bagian penting
dalam pendidikan anak. Penanaman keimanan dan ketakwaan sejak dini diharapkan
dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter, sehingga anak tumbuh
menjadi pribadi yang memiliki nilai-nilai kebaikan dan mampu menerapkannya
dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus
memperlihatkan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan anak usia dini,
para pendidik, orang tua, dan unsur terkait dalam memberikan pengalaman belajar
yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan
karakter dan nilai keagamaan.
Dengan adanya Manasik Haji Cilik, proses pengenalan ibadah kepada anak dapat berlangsung melalui pengalaman langsung yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Harapannya, nilai-nilai yang diperkenalkan melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan baik anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (dna/foto:pp)
