Samarinda (Humas) – Dalam upaya memperkuat kapasitas guru menghadapi percepatan perkembangan teknologi pendidikan, MAN 2 Samarinda mengadakan In House Training (IHT) “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembuatan Media Pembelajaran”. Kegiatan ini digelar di Laboratorium Keagamaan MAN 2 Samarinda pada Kamis (20/11), dan menjadi salah satu langkah strategis madrasah untuk meningkatkan mutu pembelajaran di era digital.
IHT ini dilaksanakan sebagai
bentuk komitmen madrasah dalam mempersiapkan tenaga pendidik agar lebih adaptif
terhadap perubahan, khususnya dalam memanfaatkan teknologi berbasis AI untuk
mendesain dan mengembangkan media pembelajaran yang inovatif. Mengingat
perkembangan AI semakin cepat dan meluas, kemampuan guru untuk memahami dan
menerapkannya menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi dinamika pembelajaran
abad ke-21.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi
Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kota Samarinda, Edy Soltami, S.Ag., M.AP, Penjamin
Mutu Madrasah MAN 2 Samarinda, Sri Purwati, S.Pd, serta narasumber Refi Riduan
Achmad, S.Pd., M.Kom, yang dikenal aktif dalam pengembangan teknologi
pendidikan dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Total 75 peserta yang terdiri
dari para guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Samarinda mengikuti kegiatan ini
dengan penuh antusias.
Acara dimulai dengan pembukaan
resmi oleh Kasi Penmad, yang menandai dimulainya serangkaian pelatihan dan
diskusi interaktif pada hari tersebut. Kegiatan diawali dengan laporan dan
pengantar dari panitia, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan-sambutan
dari pejabat terkait.
Dalam sambutannya, Sri Purwati,
S.Pd menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai peluang bagi guru untuk
berkembang. Ia menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat memanfaatkan
pelatihan ini dengan maksimal. “Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan
manfaat bagi Bapak Ibu semua. Penggunaan teknologi Artificial Intelligence
sangat relevan untuk membantu pembuatan media pembelajaran, terutama dalam
persiapan pembelajaran semester berikutnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Penmad, Edy
Soltami, S.Ag., M.AP, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada MAN
2 Samarinda atas inisiatif menyelenggarakan IHT yang berorientasi pada
pengembangan sumber daya manusia. Beliau menekankan bahwa guru adalah garda
terdepan dalam mencetak generasi unggul, sehingga peningkatan kompetensi harus
dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi
kegiatan yang diadakan oleh MAN 2 ini. Ini adalah salah satu bentuk peningkatan
kualitas dan kapasitas SDM. Teknologi itu berubah sangat cepat. Saat ini
trennya adalah AI, tetapi lima atau sepuluh tahun ke depan mungkin akan muncul
teknologi yang lebih canggih lagi. Karena itu, saya berharap Bapak Ibu
mengikuti kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pesan inspiratif, “Anak-anak yang
hebat tercipta karena ada guru yang hebat. Dan guru yang hebat adalah guru yang
terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan dirinya.”
Pernyataan ini disambut tepuk
tangan para peserta sebagai wujud semangat untuk terus belajar dan beradaptasi
dengan perkembangan zaman. Setelah sambutan dan pembukaan resmi, kegiatan
dilanjutkan dengan sesi inti bersama narasumber. Materi difokuskan pada
pengenalan berbagai platform dan fitur AI yang dapat membantu guru dalam
membuat media pembelajaran, mulai dari desain grafis, pembuatan video edukatif,
hingga penyusunan bahan ajar interaktif. Peserta juga diberikan kesempatan
untuk praktik langsung, berdiskusi, serta mencoba berbagai aplikasi berbasis AI
yang sesuai dengan mapel masing-masing.
Antusias peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya, berbagi kesulitan, hingga mencoba output pembelajaran secara langsung. IHT berlangsung dengan suasana hangat, penuh kolaborasi, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata di lingkungan pembelajaran. Melalui penyelenggaraan IHT ini, MAN 2 Samarinda berharap seluruh guru semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi mutakhir, terutama AI, sebagai alat bantu dalam memperkaya proses pembelajaran. Madrasah berkomitmen terus melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi guru agar mutu pendidikan semakin meningkat dan layanan kepada peserta didik semakin optimal. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi akhir dan dokumentasi bersama sebagai penanda komitmen bersama untuk terus bertransformasi di era digital. (DNA/Rey)
