Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog

Samarinda (Humas) - MAN 2 Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang dilaksanakan pada Selasa (26/5) di lingkungan MAN 2 Samarinda. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd dan diikuti oleh seluruh guru yang tergabung dalam MGMP Rumpun Bahasa, meliputi guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jerman.



Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala MAN 2 Samarinda, Sapini, S.Pd., M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Kehadiran beliau menjadi bentuk nyata komitmen madrasah dalam menciptakan budaya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai karakter, akhlak, dan hubungan kemanusiaan di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Samarinda menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan yang sangat relevan diterapkan di era pendidikan saat ini. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun karakter peserta didik melalui keteladanan, kepedulian, serta komunikasi yang baik dengan siswa. Ia berharap seluruh guru mampu menjadi pendidik yang menghadirkan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan di dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, dalam penyampaian materinya, Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa konsep Kurikulum Berbasis Cinta menitikberatkan pada pembelajaran yang mengedepankan nilai kasih sayang, penghormatan terhadap perbedaan, empati, serta penguatan karakter moderat dan toleran. Guru diharapkan mampu membangun suasana kelas yang lebih humanis sehingga siswa dapat berkembang tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga emosional dan sosial.

Ia juga menekankan bahwa pembelajaran bahasa memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, maupun Bahasa Jerman, peserta didik dapat diajak memahami pentingnya komunikasi yang santun, sikap menghargai budaya dan keberagaman, serta kemampuan membangun hubungan sosial yang positif. Oleh karena itu, guru rumpun bahasa dinilai memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda yang terbuka, moderat, dan berakhlakul karimah.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi diskusi dan berbagi pengalaman antar guru. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai metode pembelajaran yang selama ini diterapkan di kelas serta tantangan yang dihadapi dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Diskusi tersebut juga menjadi sarana untuk saling bertukar ide dan strategi agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara maksimal dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, MAN 2 Samarinda berharap seluruh guru MGMP Rumpun Bahasa dapat semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam setiap proses pembelajaran. Dengan demikian, madrasah tidak hanya mampu mencetak peserta didik yang unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, sikap toleran, serta kepedulian sosial yang tinggi di tengah kehidupan bermasyarakat. (DNA/foto:PP)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30