Samarinda (Humas) - MAN 1
Samarinda menggelar kegiatan In House Training (IHT) yang dilaksanakan selama dua hari yaitu, 13–14 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda strategis madrasah
dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, sekaligus
mempersiapkan model pembelajaran yang relevan, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan
zaman.
Acara yang berlangsung di
lingkungan MAN 1 Samarinda ini dihadiri oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian
Agama Kota Samarinda Bapak H. Mustofa
Nuri, S.HI., M.Pd.I, Kepala Seksi Madrasah Bapak Edy Soltami, S.Ag., M.AP, dan
Pengawas Madrasah Bapak Hevvi Mahfudiansyah, S.Pd. Peserta yang mengikuti
kegiatan ini terdiri dari Kepala MAN 1 Samarinda Bapak Drs. H. Dede Rohimat,
M.Pd, para wakil kepala madrasah, guru-guru, serta staf tata usaha. Secara
keseluruhan, terdapat 82 pegawai yang berpartisipasi, terdiri atas 55 guru dan 27
staf TU.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1
Samarinda Bapak Dede Rohimat menyampaikan laporan pelaksanaan IHT dan menjelaskan bahwa kegiatan
ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi tahun ajaran 2025/2026. Fokus
utama adalah membangun strategi pembelajaran yang lebih efektif, menyesuaikan
dengan kebutuhan peserta didik, dan memanfaatkan perkembangan teknologi. Ia
juga memaparkan profil MAN 1 Samarinda yang memiliki tiga jurusan utama, yakni Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Agama, serta
dilengkapi program keterampilan unggulan seperti Tata Boga, Teknik Komputer dan
Informatika, Pengelasan, dan Teknik Kendaraan Ringan. Menurutnya, kombinasi
jurusan akademik dan program keterampilan ini menjadi keunggulan kompetitif
madrasah dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Plt. Kepala kemenag Kota
Samarinda, Bapak H. Mustofa Nuri, dalam arahannya menekankan bahwa pendidikan
adalah proses yang dinamis, selalu bergerak mengikuti perkembangan zaman dan
teknologi. Ia mengajak seluruh guru untuk tidak hanya terpaku pada metode
mengajar konvensional seperti menulis dan mencatat, tetapi berani mengembangkan
pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam (deep learning). Menurutnya,
deep learning akan membantu siswa memahami materi secara komprehensif,
melatih kemampuan berpikir kritis, dan mendorong kreativitas.
“Ikuti kegiatan ini dengan
sungguh-sungguh, saling berbagi, dan saling menguatkan. Semoga IHT ini menjadi
ajang untuk menambah pengetahuan dan keterampilan bapak-ibu guru dalam
melaksanakan pembelajaran. Dengan Bismillahirrahmanirrahim ,saya nyatakan
kegiatan IHT MAN 1 Samarinda dibuka secara
resmi. Semoga membawa berkah untuk kita semua,” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan IHT ini tidak hanya
memuat sesi penyampaian materi, tetapi juga dirancang interaktif dengan
diskusi, studi kasus, dan simulasi pembelajaran. Hal ini bertujuan agar peserta
tidak hanya menerima teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan metode
pembelajaran baru. Selama dua hari, peserta akan mendapatkan materi yang
menggabungkan aspek pedagogik, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta strategi
pengelolaan kelas yang efektif.
Dengan terlaksananya IHT ini,
diharapkan MAN 1 Samarinda dapat memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan
yang menghasilkan lulusan berkualitas, berkarakter, dan siap berkompetisi di
tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Komitmen seluruh tenaga pendidik
dan kependidikan dalam mengikuti pelatihan ini menjadi modal utama untuk
mewujudkan visi “Madrasah Maju Bermutu Dunia” yang tidak hanya unggul
dalam akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan hidup dan
nilai-nilai keagamaan yang kuat.(DNA/LLJ)
