Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pontren
  • 2025-07-22 15:03:49
  • 217

Samarinda – (Humas) Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan remaja, khususnya dalam mencegah risiko kanker serviks, pemerintah melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Agama berencana melaksanakan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di lingkungan sekolah, termasuk madrasah dan pondok pesantren. Vaksinasi ini menyasar peserta didik perempuan usia sekolah dasar dan menengah sebagai bentuk ikhtiar preventif yang sejalan dengan prinsip Islam dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Sebelum pelaksanaan vaksinasi, akan dilakukan sosialisasi menyeluruh kepada peserta didik, orang tua, serta pihak sekolah untuk memberikan pemahaman terkait manfaat dan pentingnya vaksin HPV.

Acara sosialisasi ini digelar di Hotel Mercure, Samarinda pada hari Selasa, 22 Juli 2025. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda Bapak Edy Soeltami, S.Ag.M.AP turut menghadiri acara ini bersama dengan Kepala Seksi PD Pontren Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda Bapak H. Ridla, S.H.I, M.H. Dinas Kesehatan juga turut mengundang perwakilan dari berbagai Lintas Sektor se-provinsi Kalimantan Timur.

Kementerian Kesehatan menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/Menkes/2176/2023 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia Tahun 2023-2030 sebagai acuan bagi pemerintah pusat, daerah dan pemangku kepentingan dalam upaya-upaya konkret penanggulangan kanker leher rahim, antara lain melaksanakan imunisasi HPV sebagai prioritas pertama dan dilakukan secara bertahap. Ditargetkan 90% anak perempuan dan laki-laki mendapatkan imunisasi di usia 15 tahun pada tahun 2030. Introduksi imunisasi HPV di Provinsi Kalimantan Timur dimulai sejak tahun 2023 dengan sasaran siswi kelas 5 dan kelas 6 atau anak perempuan usia 11 dan 12 tahun. Dengan adanya perluasan sasaran imunisasi HPV, diperlukan advokasi dan sosialisasi dengan lintas program dan lintas sektor terkait untuk mensosialisasikan dan menggalang dukungan lintas sektor dalam implementasi imunisasi HPV termasuk imunisasi kejar untuk sasaran 15 tahun di Provinsi Kalimantan Timur.

Pelaksanaan imunisasi HPV di madrasah dan pondok pesantren membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Ini bukan hanya tugas satu instansi, tapi tanggung jawab bersama demi kesehatan anak-anak kita.” Ujar Bapak Ridla dalam arahannya.

Tujuan digelarnya acara ini adalah melakukan advokasi dan sosialisasi kepada lintas sektor dan lintas program tentang pelaksanaan imunisasi HPV.  Mendata jumlah sasaran imunisasi HPV kelas 5 SD/MI/sederajat atau usia 11 tahun dan imunisasi kejar bagi anak perempuan kelas 6 SD/MI/sederjat dan anak perempuan usia 15 tahun atau siswi kelas 3 SMP/MTs/Sederajat serta data anak di luar sekolah formal, mengidentifikasi dan menggalang komitmen serta dukungan yang konkret dari lintas sektor dan lintas program sesuai kewenangan masing-masing terhadap pelaksanaan imunisasi HPV dan menyusun perencanaan operasional, meliputi data sasaran dan logistik, serta pelaksanaan imunisasi HPV.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh elemen madrasah dan pesantren dapat memahami pentingnya imunisasi HPV sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan remaja putri, khususnya dalam mencegah kanker serviks. Kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, serta pihak-pihak terkait menjadi pondasi kuat dalam menyukseskan program ini di lingkungan pendidikan keagamaan. Sosialisasi ini juga menjadi wujud nyata bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari pelaksanaan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. (rey/foto:pdp)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30