Samarinda – (Humas) Dalam upaya meningkatkan derajat
kesehatan remaja, khususnya dalam mencegah risiko kanker serviks, pemerintah
melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Agama berencana
melaksanakan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di lingkungan
sekolah, termasuk madrasah dan pondok pesantren. Vaksinasi ini menyasar peserta
didik perempuan usia sekolah dasar dan menengah sebagai bentuk ikhtiar
preventif yang sejalan dengan prinsip Islam dalam menjaga kesehatan dan
mencegah penyakit. Sebelum pelaksanaan vaksinasi, akan dilakukan sosialisasi
menyeluruh kepada peserta didik, orang tua, serta pihak sekolah untuk memberikan
pemahaman terkait manfaat dan pentingnya vaksin HPV.
Acara sosialisasi ini digelar di Hotel Mercure, Samarinda
pada hari Selasa, 22 Juli 2025. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda Bapak Edy Soeltami, S.Ag.M.AP turut menghadiri
acara ini bersama dengan Kepala Seksi PD Pontren Kantor Kementerian Agama Kota
Samarinda Bapak H. Ridla, S.H.I, M.H. Dinas Kesehatan juga turut mengundang perwakilan
dari berbagai Lintas Sektor se-provinsi Kalimantan Timur.
Kementerian Kesehatan menerbitkan KMK Nomor
HK.01.07/Menkes/2176/2023 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker
Leher Rahim di Indonesia Tahun 2023-2030 sebagai acuan bagi pemerintah pusat,
daerah dan pemangku kepentingan dalam upaya-upaya konkret penanggulangan kanker
leher rahim, antara lain melaksanakan imunisasi HPV sebagai prioritas pertama
dan dilakukan secara bertahap. Ditargetkan 90% anak perempuan dan laki-laki
mendapatkan imunisasi di usia 15 tahun pada tahun 2030. Introduksi imunisasi HPV
di Provinsi Kalimantan Timur dimulai sejak tahun 2023 dengan sasaran siswi
kelas 5 dan kelas 6 atau anak perempuan usia 11 dan 12 tahun. Dengan adanya
perluasan sasaran imunisasi HPV, diperlukan advokasi dan sosialisasi dengan
lintas program dan lintas sektor terkait untuk mensosialisasikan dan menggalang
dukungan lintas sektor dalam implementasi imunisasi HPV termasuk imunisasi
kejar untuk sasaran 15 tahun di Provinsi Kalimantan Timur.
“Pelaksanaan imunisasi HPV di madrasah dan pondok
pesantren membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Ini bukan hanya
tugas satu instansi, tapi tanggung jawab bersama demi kesehatan anak-anak kita.”
Ujar Bapak Ridla dalam arahannya.
Tujuan digelarnya acara ini adalah melakukan advokasi dan
sosialisasi kepada lintas sektor dan lintas program tentang pelaksanaan
imunisasi HPV. Mendata jumlah sasaran
imunisasi HPV kelas 5 SD/MI/sederajat atau usia 11 tahun dan imunisasi kejar
bagi anak perempuan kelas 6 SD/MI/sederjat dan anak perempuan usia 15 tahun
atau siswi kelas 3 SMP/MTs/Sederajat serta data anak di luar sekolah formal, mengidentifikasi
dan menggalang komitmen serta dukungan yang konkret dari lintas sektor dan
lintas program sesuai kewenangan masing-masing terhadap pelaksanaan imunisasi
HPV dan menyusun perencanaan operasional, meliputi data sasaran dan logistik,
serta pelaksanaan imunisasi HPV.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh elemen
madrasah dan pesantren dapat memahami pentingnya imunisasi HPV sebagai langkah
preventif dalam menjaga kesehatan remaja putri, khususnya dalam mencegah kanker
serviks. Kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Agama, Dinas Kesehatan,
serta pihak-pihak terkait menjadi pondasi kuat dalam menyukseskan program ini
di lingkungan pendidikan keagamaan. Sosialisasi ini juga menjadi wujud nyata
bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari pelaksanaan nilai-nilai keislaman
dalam kehidupan sehari-hari. (rey/foto:pdp)
