Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pengawas
  • 2025-09-11 09:37:09
  • 160

Samarinda (Humas) - Dunia pendidikan madrasah terus bergerak maju seiring dengan lahirnya berbagai inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya tampak dalam kegiatan “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)” yang diselenggarakan di ruang rapat PPT MAN 2 Samarinda, Rabu (10/09).

Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri atas Tim Pengembang Kurikulum dan para guru mata pelajaran. Mereka datang dengan antusias, membawa semangat baru untuk memperkaya perangkat pembelajaran di madrasah. Kehadiran Pengawas Madrasah, Ibu Siti Djulaikhah, M.Pd, semakin menambah energi kegiatan. Beliau mendampingi secara langsung, memberi arahan, serta berbagi pengalaman tentang pentingnya mengintegrasikan inovasi dalam pembelajaran.



Deep learning, sebuah pendekatan yang menekankan pemahaman mendalam, analisis kritis, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi, dihadirkan agar siswa tidak sekadar menghafal, melainkan benar-benar memahami dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir dengan semangat yang berbeda namun saling melengkapi. KBC mengajarkan nilai-nilai kasih sayang, empati, kepedulian, dan cinta dalam arti luas—baik cinta kepada Tuhan, sesama manusia, maupun lingkungan. Keduanya kemudian dipadukan dalam rencana pembelajaran agar proses belajar mengajar tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menumbuhkan hati yang penuh kebaikan.

Sejak kegiatan dimulai, suasana ruang rapat terasa hangat. Guru-guru duduk berkelompok, membuka laptop, dan berdiskusi intens mengenai rancangan perangkat pembelajaran. Mereka saling bertukar gagasan tentang bagaimana memasukkan elemen deep learning dalam langkah-langkah pembelajaran, sekaligus menambahkan sentuhan nilai-nilai cinta dalam setiap kegiatan belajar di kelas.

Ibu Siti Djulaikhah mendampingi dari meja ke meja, sesekali memberikan masukan, dan mendorong guru untuk berani berinovasi. “Pendidikan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi bagaimana menghadirkan kasih sayang di dalamnya. Guru adalah sosok yang bisa menjadi teladan cinta untuk anak-anak,” demikian pesan yang beliau tekankan dalam kegiatan.

Dengan pendampingan yang intensif dari pengawas madrasah, para guru semakin yakin bahwa mereka tidak sendiri dalam perjalanan menuju pendidikan yang lebih bermakna. PGRI dan Kementerian Agama hadir sebagai wadah yang memberi dukungan.

Kegiatan penyusunan perangkat pembelajaran ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya pembelajaran yang lebih inovatif di madrasah. Deep learning akan mengasah otak siswa untuk berpikir kritis dan kreatif, sementara Kurikulum Berbasis Cinta akan membentuk hati mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih, berempati, dan peduli.

Dengan kombinasi keduanya, madrasah tidak hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga generasi berakhlak mulia yang siap menghadapi tantangan zaman dengan hati yang lapang. (DNA/foto:PP)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30