Samarinda (Humas) - Sebagai wujud
nyata komitmen dalam meningkatkan mutu dan profesionalisme tenaga pendidik, MA
Al Mujahidin Samarinda melaksanakan kegiatan In House Training (IHT)
dengan tema “Deep Learning dan Implementasinya dalam Meningkatkan Kualitas
Pembelajaran”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (29/07), bertempat di
lingkungan MA Al Mujahidin dan dihadiri oleh para guru dari dua jenjang
pendidikan, yaitu MTs dan MA Al Mujahidin.
Kegiatan ini dihadiri oleh
Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, Bapak Imran, M.Pd., yang
juga bertindak sebagai narasumber sekaligus motivator dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi guru
melalui pelatihan seperti ini sangat penting dalam menjawab tantangan zaman,
terutama dalam menghadapi era transformasi digital dan kebutuhan pembelajaran.
Sebanyak 30 orang guru mengikuti
kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusias. Mereka berasal dari lingkungan
satuan pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Mujahidin. Melalui kegiatan ini,
para guru mendapatkan pemahaman mendalam mengenai konsep deep learning,
yaitu pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan
konten semata, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, analitis, dan
kreatif siswa.
Tujuan utama dari kegiatan ini
adalah untuk meningkatkan kualitas, kesadaran, dan komitmen guru dalam
pelaksanaan proses pembelajaran. Dengan menerapkan pendekatan deep learning,
guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam,
kontekstual, dan menantang siswa untuk memahami makna di balik materi
pelajaran, bukan sekadar menghafalnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah upgrading
pengetahuan bagi guru, khususnya dalam hal implementasi metode dan strategi
pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal ini
sangat relevan dengan tuntutan kurikulum dan tantangan pendidikan di
era digital.
Dalam sesi pelatihan, peserta
dibekali dengan berbagai materi tentang filosofi dan prinsip deep learning,
perbedaan antara surface learning dan deep learning, serta
strategi pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir reflektif,
menyelesaikan masalah kompleks, dan mengembangkan keterampilan kolaboratif.
Bapak Imran, M.Pd, juga
menekankan pentingnya kolaborasi antar guru dalam mengembangkan RPP dan
perangkat ajar yang sesuai dengan pendekatan deep learning. Guru tidak
hanya menjadi fasilitator, tetapi juga menjadi inspirator bagi siswa untuk
belajar secara aktif dan bermakna.
Selain itu, sesi diskusi dan
praktik langsung juga menjadi bagian penting dalam pelatihan ini. Para peserta
diberikan kesempatan untuk merancang skenario pembelajaran yang
mengintegrasikan teknologi digital, asesmen autentik, dan pendekatan
pembelajaran berbasis proyek atau problem-based learning.
Kegiatan ditutup dengan refleksi
bersama dan komitmen peserta untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam praktik
pembelajaran sehari-hari. Kepala MA Al Mujahidin Samarinda menyampaikan
apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta dan narasumber, serta berharap
agar kegiatan semacam ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai
bagian dari pengembangan kapasitas guru.
Dengan terlaksananya kegiatan
ini, MA dan MTs Al Mujahidin Samarinda menunjukkan komitmennya dalam
menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul, adaptif terhadap perubahan, dan
berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. (DNA/foto:PP)
