Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Sekjen
  • 2023-02-03 07:52:38
  • 370

Samarinda (Humas) – Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Miftachul Akhyar memberikan kuliah umum dengan tema moderasi beragama yang dilaksanakan di gedung Prof Masjaya, Universitas Mulawarman (Unmul)  pada Kamis (02/02/).

Hadir pada kesempatan itu Kepala Kanwil Kemenag Prov. Klatim Drs. H. Abudl Khaliq, M.Pd didampingi Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda DR. H. Baequni, M.Pd dan Kabid Pakis H. Murdi, M.Si serta tamu undangan termasuk para sejumlah Rektor Perguruan Tinggi yang ada di Kaltim dan ketinggalan pejabat serta sivitas akademika di lingkungan Unmul.

Kiai Miftah mengatakan, sebagaimana tema kuliah umum, bahwa moderasi beragama merupakan hak patennya agama Islam, karena Islam jelasnya diturunkan sebagai agama terakhir di muka bumi dan dibawa nabi terakhir yang memiliki kesempurnaan.

Pada kesempatan itu, Kiai Miftah juga menyinggung mengenai penyakit Imma’ah atau latah yang tidak mempunyai pendirian dan banyak dialami umat saat ini. “Kalau orang lain melakukan kebaikan, saya pun ikut melakukan kebaikan, kalau orang lain melakukan kejahatan saya pun tidak ketinggalan, ikut melakukan kejahatan. Ini penyakit yang sedang mendera umat saat ini,” jelas Kiai.

Seharusnya sebagai umat yang baik jelas Kiai Miftah harus memiliki pendirian dan tidak kagetan, ketika ada yang melakukan kebaikan kita ikut melakukan kebaikan, tetapi jika ada yang melakukan kejahatan, jangan ikut melakukannya.

Dia juga menambahkan Rasulullah SAW pernah bersumpah bahwa kiamat belum diselenggarakan sebelum datang suatu era dimana manusia masuk ke era tersebut dan tidak tahu apa yang bisa dia lakukan.

“Sehingga orang membunuh orang lain tidak tahu apa motivasinya, bingung dia membunuh, yang dibunuh pun tidak tahu apa salahnya. Orang seperti ini singkirkan, jangan diberi tempat. Sekarang ini mencari orang lurus benar sulit, hidup karena tersandera keadaan,” jelasnya menambahkan.

Kiai Miftah juga menjelaskan, Islam khususnya NU yang pada periode kali ini yang mengambil tema besar hari lahirnya  merawat jagad membangun peradaban bahwa, pada pertengahan abad lalu sudah  terlaksana, karena dunia ini memang disediakan untuk manusia,sebagaimana Allah SWT berfirman kepada malaikat bahwa Allah SWT akan menciptakan khalifah atau pemimpin di muka bumi agar bumi penuh keadilan dan kejujuran sehingga semua mahluk hidup mendapatkan kemaslahatan dari khalifah.

“Islam itu dakwahnya merangkul, tidak memukul. Dakwahnya mengajak, tidak mengejek. Dakwahnya membina tidak menghina. Dakwahnya menyayangi tidak menyaingi. Dakwahnya selalu membuat orang lain merasa terayomi,” papar pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini.

Sementara itu, Rektor Unmul Dr Abdunnur mengatakan, kuliah umum yang disampaikan Kiai Miftah tersebut dalam rangka bagaimana upaya  kita dengan keberagaman agama melakukan moderasi karena hal tersebut merupakan suatu yang penting terlebih lagi Kaltim telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Kita tidak bisa menghalangi banyaknya pendatang yang masuk ke ibukota Nusantara, tentu kita harus bisa menyesuaikan diri bahkan berkompetensi, sehingga semua dari berbagai agama tentu harus bisa menyikapi keberagaman dan moderasi beragama benar-benar menjadikan hubungan beragama yang baik dalam rangka menjaga penguatan karakter kebangsaan bagi kita semua untuk menjaga negara kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya. (Han)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30