Samarinda (Humas) - Pengawas
Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Samarinda, Baqi Nurul
Hakkurahmy, M.Pd, menghadiri kegiatan Khotmul Qur’an dan Buka Puasa Bersama
Guru Al-Qur’an Metode Ummi se-Kota Samarinda yang digelar di Aula Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda, Jumat (13/3). Dalam kegiatan tersebut, Baqi
hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda untuk
menyampaikan sambutan kepada para guru Al-Qur’an yang tergabung dalam komunitas
Ummi Samarinda (UMDA).
Kegiatan yang berlangsung sejak
pukul 16.00 hingga 19.30 WITA ini dihadiri ratusan ustadz dan ustadzah pengajar
Al-Qur’an dari berbagai lembaga pendidikan di Samarinda yang menerapkan Metode
Ummi dalam pembelajaran Al-Qur’an. Tercatat sekitar 82 lembaga telah terdaftar
di Samarinda dengan jumlah sekitar 520 guru Al-Qur’an, sementara pusat kegiatan
dan sekretariat komunitas ini berada di Masjid At-Taqwa Jalan Wahid Hasyim 2
Samarinda.
Dalam sambutannya, Baqi Nurul
Hakkurahmy menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada komunitas Ummi Samarinda
yang telah memprakarsai kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat
syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Atas nama Kantor Kementerian
Agama Kota Samarinda, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya
kepada komunitas Ummi Samarinda yang telah memprakarsai kegiatan ini. Kegiatan
Khotmul Qur’an ini bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi merupakan wujud
nyata kecintaan kita terhadap kitab suci Al-Qur’an,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa guru
Al-Qur’an memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam membangun
karakter generasi muda yang Qur’ani. Di tengah tantangan perkembangan zaman
yang semakin kompleks, para pengajar Al-Qur’an memiliki tanggung jawab besar
dalam membimbing generasi muda agar tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan
baik dan tartil, tetapi juga menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap kitab
suci tersebut.
Peran Metode
Ummi yang telah berkembang luas dan terbukti menjadi salah satu metode
pembelajaran Al-Qur’an yang efektif. Saat ini, metode tersebut telah tersebar
di 37 provinsi di Indonesia bahkan hingga Malaysia, dengan pusat pengembangan
berada di Surabaya. Di Kalimantan Timur sendiri, Metode Ummi telah berkembang
di beberapa daerah seperti Bontang, Balikpapan, Kutai Timur, dan Samarinda.
Dalam kesempatan tersebut, menyampaikan tiga pesan penting kepada para ustadz dan ustadzah yang hadir.
Pertama, penguatan ukhuwah antar guru Al-Qur’an melalui momentum kebersamaan
seperti buka puasa bersama, sehingga terbangun sinergi yang kuat dalam
mengembangkan dakwah Al-Qur’an di Kota Samarinda.
Kedua, peningkatan kualitas dan
kompetensi para pengajar Al-Qur’an. Ia berharap para ustadz dan ustadzah terus
mengembangkan kemampuan diri melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi,
mengingat mengajarkan Al-Qur’an merupakan amanah besar yang memerlukan
kesabaran, ketekunan, serta keikhlasan yang tinggi.
Ketiga, memanfaatkan keberkahan
bulan Ramadhan dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Menurutnya,
Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an
agar keberkahannya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi Kota
Samarinda.
Selain Khotmul Qur’an dan buka
puasa bersama, rangkaian kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan oleh UMDA juga
mencakup program Hifzul Qur’an serta lomba-lomba Al-Qur’an yang melibatkan para
santri dan guru Al-Qur’an.
Kegiatan ini juga diisi dengan
tausiyah oleh Al-Ustadz Sutanil Fadhlan Ma’ruf Al-Hafizh, Pimpinan Mudiratul
Ma’had PPTQ Daarul Falaah Samarinda. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan para
pejuang Al-Qur’an agar tetap kuat dan tidak mudah menyerah dalam menjalankan
amanah dakwah Al-Qur’an.
Mengutip firman Allah dalam QS.
An-Nisa ayat 104, ia menegaskan bahwa perjuangan di jalan Al-Qur’an tentu tidak
lepas dari berbagai tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam
diri sendiri seperti hawa nafsu dan godaan setan. Namun demikian, para pejuang
Al-Qur’an memiliki harapan besar kepada Allah SWT atas setiap usaha dan
pengorbanan yang dilakukan.
Melalui kegiatan ini diharapkan
semangat kebersamaan para guru Al-Qur’an di Kota Samarinda semakin kuat,
sehingga dakwah Al-Qur’an dapat terus berkembang dan melahirkan generasi yang
cinta Al-Qur’an serta berakhlak mulia. (DNA/foto:PP)
