Samarinda (Humas) - Kesehatan
jemaah haji menjadi perhatian utama Dinas Kesehatan Kalimantan Timur menyusul
persiapan provinsi itu memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi calon - calon
jemaah Haji 2024.
"Kami memaparkan materi tentang petunjuk dan bimbingan teknis
penyelenggaraan kesehatan bagi jemaah haji yang memenuhi syarat istitha'ah
kesehatan haji,", tentang Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) Haji Provinsi
Kalimantan Timur 2023 di Surabaya (Selasa - Kamis, 07 - 09/12).
Dalam FGD yang diikuti Seluruh Kepala Kemenag Se Kaltim, ttenaga kesehatan
haji, dokter haji, dan petugas haji Kalimantan Timur itu, Kepala Dinas
Kesehatan Prov. Kaltim Jaya Mualimin menyampaikan istitha'ah kesehatan haji
adalah kemampuan mengikuti proses ibadah haji tanpa bantuan obat, alat,
dan/atau orang lain dengan tingkat kebugaran jasmani setidaknya masuk kategori
cukup.
"Penentuan tingkat kebugaran dilakukan
melalui pemeriksaan kebugaran yang disesuaikan dengan karakteristik individu jemaah
haji,".Dia melanjutkan tujuan penyelenggaraan kesehatan haji sesuai
Permenkes 62 Tahun 2016 adalah mencapai kondisi istitha'ah kesehatan jemaah
haji, dan mengendalikan faktor risiko kesehatan haji.
Tujuan lain adalah menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat selama di
Indonesia, perjalanan dan tanah suci, mencegah terjadinya transmisi penyakit
menular yang mungkin terbawa keluar dan/atau masuk Indonesia oleh jemaah haji,
dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan haji.
Lebih lanjut Jaya juga menguraikan pelaksanaan
pembinaan kesehatan haji pada masa tunggu dilakukan secara terstruktur,
sistematis dan masif, agar tercapai peningkatan status kesehatan jemaah haji. "Pembinaan
kesehatan haji pada masa tunggu melibatkan program promosi kesehatan, kesehatan
keluarga, kesehatan lingkungan, kesehatan gizi, kesehatan olahraga,
pengendalian penyakit tidak menular, pengendalian penyakit menular, kesehatan
tradisional, kesehatan jiwa, dan pengawasan," katanya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda H.
Baequni., saat dikonfirmasi mengatakan FGD itu, lanjutnya, bertujuan untuk
memberikan masukan dan saran yang konstruktif bagi penyempurnaan penyelenggaraan
haji di Kalimantan Timur pada 2024.
Tahapan
pemberangkatan Haji musim Haji 2024 sudah memasuki pengumuman rekrutmen petugas
Haji dan bersamaan segera berjalan kegiatan – kegiatan lain. Pemda baik
Kab/kota maupun Provinsi harus juga segera menyiapkan diri sebagai satu
kesatuan dari layanan dalam penyelenggaraan haji.
"Semoga FGD itu meningkatkan kualitas pelayanan haji dan memberikan manfaat bagi calon jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci berjalan lancar, tertib dan berkualitas demi terwujudnya jamaah haji sehat, mabrur dan berkah. (Han)
