Samarinda (Humas) - Suasana khidmat menyertai kegiatan pelepasan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Arraudah yang dilaksanakan pada Kamis (21/5). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. Nasrun, M.H., Pengawas MI Drs. Muhammad Masrukin, S.Pd., M.Pd.I, serta Ketua Yayasan Mustofa Nuri, S.HI., M.Pd.I. Turut hadir pula kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa. Pelepasan ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan siswa di jenjang dasar sekaligus awal perjalanan menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala
Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda memberikan apresiasi kepada seluruh
tenaga pendidik MI Arraudah yang telah berperan aktif dalam membimbing dan
mendidik siswa hingga menyelesaikan pendidikan dengan baik. Proses pendidikan
yang dijalankan di madrasah dinilai tidak hanya berfokus pada capaian akademik,
tetapi juga pada pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai keagamaan, serta
pembiasaan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Pelepasan siswa MI Arraudah juga
menjadi ajang refleksi atas keberhasilan proses pendidikan yang telah dilalui
para siswa selama beberapa tahun terakhir. Para lulusan diharapkan mampu
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan membawa bekal ilmu
pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang kuat. Selain itu, peran orang
tua dinilai sangat penting dalam mendampingi dan mengarahkan anak-anak agar
tetap berada pada jalur pendidikan yang baik dan mampu menghadapi perkembangan
zaman.
Rangkaian kegiatan pelepasan
diisi dengan berbagai penampilan dari para siswa yang menampilkan bakat dan
kreativitas, serta prosesi simbolis pelepasan yang berlangsung penuh khidmat.
Suasana kebersamaan dan kebanggaan tampak menyelimuti seluruh peserta yang
hadir, baik dari kalangan guru maupun orang tua siswa yang menyaksikan kegiatan
tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
para lulusan MI Arraudah dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul
dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, berakhlakul
karimah, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan
negara. (dna/foto:gg)
