Samarinda (Humas) – Dalam rangka
meningkatkan kompetensi guru serta mengimplementasikan pembelajaran mendalam
berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagaimana diatur dalam KMA
Nomor 1503 Tahun 2025, MTsN Samarinda menggelar kegiatan In House Training
(IHT) yang dilaksanakan di ruang rapat madrasah pada Kamis, 18 Desember 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala
Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H, Kasi Pendidikan
Madrasah, Edy Soltami, S.Ag, M.AP, Pengawas Madrasah, Imran, M.Pd, Kepala MTsN
Samarinda, Dr. Misbakhus Sururi, M.Pd.I, serta seluruh guru dan tenaga pendidik
MTsN Samarinda.
Dalam sambutannya, Dr. Misbakhus
Sururi menyampaikan bahwa pelaksanaan IHT bertujuan untuk menambah pemahaman
guru terkait konsep deep learning, implementasi Kurikulum Berbasis
Cinta (KBC), serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial
Intelligence) dalam proses pembelajaran.
“Kegiatan ini menjadi langkah
awal kita untuk menyongsong semester genap dengan kesiapan dan semangat baru.
Semoga IHT ini membawa keberkahan dan menambah wawasan kita semua,” ujarnya.
Selain fokus pada pengembangan
kompetensi guru, Kepala Madrasah juga menyampaikan kabar gembira bahwa MTsN
Samarinda berhasil meraih nilai tertinggi dalam program Sekolah Keamanan Pangan
dari BPOM.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang senantiasa berkomitmen memajukan madrasah,” tambahnya.
Kegiatan IHT dibuka secara resmi
oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H. Dalam
sambutannya, beliau memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah
diraih MTsN Samarinda, termasuk penghargaan Adiwiyata dan pencapaian di bidang
keamanan pangan.
“Capaian ini tidak lepas dari
kepemimpinan yang baik dan kerja sama seluruh tim. Melalui IHT ini, mari kita charger
kembali energi dan pengetahuan sebagai guru serta tenaga pendidik. Terus
tingkatkan komitmen untuk memberikan pengabdian terbaik bagi madrasah dan
peserta didik,” pesan Nasrun.
Kegiatan In House Training ini
dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 18, 22, dan 23 Desember
2025, dengan berbagai sesi pelatihan dan diskusi interaktif seputar penerapan
pembelajaran berbasis cinta, pembelajaran mendalam, serta integrasi teknologi
AI dalam pendidikan madrasah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
para guru madrasah semakin siap menghadapi tantangan pendidikan era digital
dengan semangat baru dan nilai-nilai cinta dalam setiap proses pembelajaran.
(Rey)
