Samarinda (Humas) – Dalam rangka
mendukung pelaksanaan program nasional Kementerian Agama RI, Seksi Pendidikan
Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda menggelar Sosialisasi
Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama (ANLDB) bagi siswa sekolah dasar.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kota Samarinda, pada Selasa
(11/11/2025).
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri
oleh Kasi PAI Kemenag Kota Samarinda, H. Mustofa Nuri, S.HI., M.Pd.I., beserta
staf Seksi PAI, lima enumerator dari Kemenag Samarinda, serta perwakilan guru
dari lima sekolah sampel pelaksana asesmen.
Dalam arahannya, H. Mustofa Nuri
menjelaskan bahwa Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama merupakan program
berskala nasional yang bertujuan memetakan kemampuan literasi keagamaan serta
kemampuan baca Al-Qur’an siswa sekolah dasar, khususnya kelas V.
“Asesmen ini diadakan untuk pemetaan data secara nasional, bukan untuk memberi pengaruh penilaian pada rapor siswa. Jadi, jangan sampai asesmen ini membuat anak-anak takut atau terbebani,” tegas Mustofa.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa
kegiatan ANLDB di Kota Samarinda akan dilaksanakan pada 18–21 November 2025,
dengan melibatkan lima sekolah sampel yang telah ditetapkan oleh Direktorat
Jenderal Pendidikan Islam Pusat, yaitu:
- SD Muhammadiyah 1 Samarinda
- SD Selyca Samarinda
- SDN 005 Samarinda Ilir
- SDN 009 Sambutan
- SDN 001 Sungai Pinang
Setiap sekolah akan melibatkan 20
siswa yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan, dengan 5 enumerator yang
bertugas membantu pelaksanaan asesmen di masing-masing sekolah. Adapun bentuk
asesmen meliputi tes tertulis selama 30 menit dan tes baca Al-Qur’an selama
5–10 menit.
Menutup kegiatan sosialisasi, H.
Mustofa Nuri menyampaikan harapan agar asesmen ini dapat menjadi langkah awal
dalam memperkuat perhatian terhadap kemampuan keagamaan peserta didik.
“Mudah-mudahan dengan adanya
asesmen ini, kita semakin peduli terhadap kemampuan baca Al-Qur’an anak-anak
kita,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag
Kota Samarinda berharap pelaksanaan ANLDB dapat berjalan lancar serta
memberikan gambaran akurat tentang literasi dasar keagamaan siswa di tingkat
dasar, sebagai dasar penguatan pembinaan pendidikan agama di masa mendatang. (Rey)
