Samarinda (Humas) — Komitmen meningkatkan profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) terus diperkuat oleh Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda melalui Sosialisasi Pembinaan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Tingkat Sekolah Dasar se-Kota Samarinda yang diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 Guru Pendidikan Agama
Islam (GPAI) tingkat Sekolah Dasar dari 10 kecamatan di Kota Samarinda, baik
guru yang telah memiliki sertifikat pendidik maupun yang belum tersertifikasi.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan efektif, sosialisasi dibagi
menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00–10.00 WITA dan diikuti
GPAI dari Kecamatan Palaran, Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, Sungai
Kunjang, dan Samarinda Kota. Selanjutnya, sesi kedua dilaksanakan pukul 10.30–12.00
WITA yang diikuti GPAI dari Kecamatan Sambutan, Samarinda Utara, Samarinda
Ilir, Samarinda Ulu, dan Sungai Pinang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda, Edy Sultomi, S.Ag., M.Si., didampingi H.
Yaman, M.Pd., Baihaki, S.Pd.I., serta Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd., yang
sekaligus menjadi narasumber dalam pembinaan profesi GPAI.
Dalam sambutannya, Edy Sultomi menegaskan bahwa Guru
Pendidikan Agama Islam merupakan sosok-sosok hebat yang memiliki peran
strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter.
Namun demikian, menurutnya, keberhasilan tersebut tidak dapat diwujudkan oleh
guru seorang diri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak di
lingkungan pendidikan agar tujuan bersama dapat tercapai secara optimal.
Ia mengibaratkan pentingnya kerja sama seperti mengangkat
sebuah pohon besar secara bersama-sama. Beban yang berat akan terasa ringan
apabila dikerjakan secara kolektif. Oleh karena itu, setiap program dan
kegiatan hendaknya dilaksanakan melalui tahapan yang terencana, mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hingga evaluasi sebagai bagian dari tata
kelola organisasi yang baik.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kota
Samarinda, Arifuddin, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung
pelaksanaan program pembinaan profesi Guru Pendidikan Agama Islam. Ia juga
berharap Kementerian Agama dapat terus memberikan dukungan dan solusi terhadap
kebutuhan guru PAI, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, mengingat
sekolah saat ini memiliki keterbatasan dalam merekrut tenaga honorer.
Pada sesi pembinaan, para peserta memperoleh penguatan materi
dari para narasumber sesuai bidangnya masing-masing. H. Yaman, M.Pd.
menyampaikan materi mengenai Optimalisasi Kinerja Guru PAI melalui Sinergi
Pengawas dan Komunitas Belajar GPAI di Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai upaya
membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi guru.
Selanjutnya, Baihaki, S.Pd.I. memaparkan materi Optimalisasi
Perangkat Ajar untuk Menjamin Mutu Pembelajaran PAI yang Bermakna, yang
menekankan pentingnya penyusunan perangkat pembelajaran yang berkualitas
sebagai fondasi terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan
berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Adapun Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd. menyampaikan materi
mengenai Sosialisasi Pembinaan GPAI dan Sinkronisasi Kegiatan melalui aplikasi
SIAGA, sebagai upaya mendukung tertib administrasi, pengelolaan data guru,
serta penyelarasan program pembinaan profesi Guru Pendidikan Agama Islam secara
berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda
berharap seluruh Guru Pendidikan Agama Islam semakin profesional, adaptif
terhadap perkembangan kebijakan pendidikan, serta mampu menghadirkan
pembelajaran agama yang berkualitas, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik.
Penguatan kompetensi, kolaborasi, dan pembinaan berkelanjutan diharapkan
menjadi fondasi dalam mewujudkan pendidikan agama Islam yang unggul, moderat,
dan berkarakter di Kota Samarinda. (dna/foto:pp)
