Samarinda (Humas) – Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kota Samarinda menyelenggarakan kegiatan Penyuluh Agama Islam Aktif dalam Konten Digital Inklusif Transformatif Tahun 2025 pada Rabu (27/8/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, H. Mustofa Nuri, S.HI., M.Pd.I, Kasubbag TU Kemenag Samarinda, Dra. Hj. Rahmi Roihana, M.Pd.I, serta Kasi Bimas Islam Kemenag Samarinda, Dr. H. Ikhwan Saputera, S.Kom., M.Sos. Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan komitmen dan dukungan nyata terhadap peningkatan kapasitas penyuluh agama Islam di tengah perkembangan teknologi informasi yang kian pesat.
Ruang digital saat ini telah menjadi sebuah ruang publik baru, tempat terjadinya pertukaran ide, nilai, dan identitas. Kondisi ini membawa tantangan sekaligus peluang besar bagi penyuluh agama Islam. Selama ini, penyuluh berperan sebagai muballigh dan muaddib (pendidik) yang hadir secara langsung di tengah masyarakat. Namun, di era digital, peran tersebut perlu diperluas agar mereka juga dapat hadir secara bermakna di dunia maya.
Melalui kegiatan ini, Bimas Islam Kemenag Kota Samarinda menekankan pentingnya membangun kapasitas penyuluh agama Islam sebagai agen transformasi digital. Seorang penyuluh diharapkan mampu menguasai literasi digital, menyampaikan pesan dakwah secara bijak, serta menjaga etika dalam komunikasi daring. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan dapat menghasilkan konten dakwah yang inklusif, relevan, mendalam, serta mampu mencerahkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakangnya.
Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran penyuluh agama Islam dalam menghadapi tantangan era digital. Bukan hanya sekadar menyampaikan pesan keagamaan, namun juga membangun ruang dialog yang sehat dan konstruktif di tengah derasnya arus informasi. Penyuluh dituntut untuk mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan konten yang menyejukkan, menumbuhkan toleransi, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Dengan adanya kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Samarinda berharap para penyuluh agama Islam semakin siap menjadi garda terdepan dalam dakwah digital. Kehadiran mereka di ruang digital diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga sebagai wujud nyata transformasi dakwah yang adaptif dan berkelanjutan. (sif/foto:BI)
