Samarinda (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., menghadiri Apel Kebangsaan dalam rangka Peringatan Hari Santri dan Hari Pahlawan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Samarinda, di Taman Makam Pahlawan Kesuma Bangsa, Senin (10/11/2025).
Kegiatan yang mengangkat tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” ini diikuti oleh sekitar 550 peserta, terdiri atas unsur Forkopimda, santri, pengurus pesantren, tokoh agama, ormas Islam, serta masyarakat umum. Apel kebangsaan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Apel dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di daerah, di antaranya Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H., Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Samarinda Syamsu Nur, S.E., M.M.. Hadir pula perwakilan dari PWNU Kalimantan Timur, PCNU Kota Samarinda, dan unsur pesantren se-Kota Samarinda.
Sebagai representasi Kementerian Agama di tingkat kota, kehadiran Kepala Kemenag Samarinda menunjukkan dukungan penuh terhadap peringatan Hari Santri yang setiap tahunnya menjadi momentum penting bagi dunia pesantren. Peringatan ini tidak hanya sekadar mengenang sejarah perjuangan santri, tetapi juga memperkuat peran mereka dalam membangun bangsa yang berkeadaban dan moderat.
Kegiatan apel kebangsaan memiliki makna strategis dalam memperkuat semangat nasionalisme di kalangan santri dan masyarakat luas. Santri dianggap sebagai bagian integral dari sejarah perjuangan bangsa, yang tidak hanya berjuang di medan perang, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan, moral, dan intelektual dalam proses panjang pembentukan karakter bangsa Indonesia.
Melalui momentum Hari Santri, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat meneladani semangat pengabdian para ulama dan santri terdahulu yang berjuang dengan ketulusan dan keikhlasan demi mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan NKRI. Nilai-nilai perjuangan tersebut diyakini tetap relevan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Kegiatan apel kebangsaan dimulai dengan pembacaan tawassul, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama NU sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa dan pendiri pesantren. Setelah apel selesai, peserta bersama jajaran pimpinan daerah melaksanakan tabur bunga di makam pahlawan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para syuhada yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi refleksi bagi seluruh peserta untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara menebar kebaikan, menjaga persatuan, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat santri harus senantiasa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Santri adalah simbol dari generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkomitmen menjaga kedamaian. Dengan menjadikan nilai-nilai pesantren sebagai fondasi kehidupan, diharapkan lahir generasi muda yang tangguh, cerdas, dan berjiwa nasionalis, yang mampu membawa Indonesia menuju peradaban dunia sebagaimana tema peringatan Hari Santri tahun ini.
Kegiatan apel kebangsaan Hari Santri 2025 diakhiri dengan penuh kekhidmatan dan kebersamaan, menandai tekad seluruh peserta untuk terus mengawal semangat kebangsaan serta memperkuat kontribusi santri dalam membangun peradaban bangsa yang bermartabat dan berkeadilan. (LLJ)
