Samarinda (Humas) — Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Samarinda menggelar Bimbingan Teknis
(Bimtek) bertema “Pemanfaatan AI bagi Dunia Pendidikan”, Kamis
(29/1/2026) di Aula SMK Negeri 17 Samarinda.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh
guru PAI SMK se-Kota Samarinda beserta pengurus MGMP. Hadir dalam kegiatan
tersebut Kasi PAI Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, H. Mustofa Nuri,
S.HI., M.Pd.I, Pengawas SMK Baqi Nurul Hakurrahmy, M.Pd, Plt. Kepala SMK Negeri
17 Samarinda, Winda Sutati, S.Pd, Ketua MGMP SMK Hizbi Muttahid Ahmad, M.Pd,
serta narasumber dari Dinas Kominfo Kota Samarinda, Abdillah Syafei, S.Ag.
Dalam sambutannya, Kasi PAI H. Mustofa Nuri menegaskan pentingnya kegiatan MGMP sebagai wadah pengembangan kompetensi guru.
“Kegiatan MGMP seperti ini
penting, selain menjadi ajang silaturahmi, juga dapat menjadi wadah untuk
saling berbagi pengalaman dan solusi atas berbagai persoalan di sekolah. Saya
berharap forum ini juga bisa memfasilitasi guru-guru dalam mengembangkan keterampilannya,”
ujarnya sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Sementara itu, Pengawas SMK Baqi
Nurul Hakurrahmy, M.Pd, menyoroti perlunya guru menyesuaikan diri dengan
perkembangan teknologi. “Terkait perkembangan dunia teknologi, kita sudah jauh
tertinggal. Metode ceramah yang konvensional kini kurang relevan. Pemanfaatan
teknologi harus diterapkan dalam proses pembelajaran agar lebih menarik dan
efektif,” ungkapnya.
Plt. Kepala SMK Negeri 17
Samarinda, Winda Sutati, S.Pd, dalam sambutannya juga menegaskan pentingnya
kesiapan guru menghadapi era digitalisasi.
“Dunia pendidikan berkembang
pesat dengan sistem digitalisasi. Siswa sudah sangat akrab dengan AI, maka guru
jangan mau tertinggal. Guru harus memiliki growth mindset agar mampu
memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Apalagi guru agama memiliki
peran ganda: mendidik akhlak sekaligus menguasai teknologi,” tuturnya.
Sebagai pemateri, Abdillah
Syafei, S.Ag dari Dinas Kominfo Kota Samarinda memberikan pelatihan dan wawasan
tentang pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru PAI dapat lebih adaptif dan kreatif
dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar. (Rey/foto:FH)
