Samarinda (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda mengapresiasi peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Pendidikan Islam Al Quds dan SCI Indonesia tentang Kerja Sama dan Implementasi Metode Pembelajaran MATS MASTER. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Syeikh Abdul Halim Mahmud, MA Hayfa, Samarinda, Sabtu (1/8/2026).
Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis dalam
memperkuat kolaborasi antarlembaga guna meningkatkan kompetensi guru sekaligus
mengembangkan kemampuan numerasi peserta didik melalui implementasi metode
pembelajaran yang inovatif. Kegiatan berlangsung secara luring mulai pukul
09.00 hingga 11.30 WITA dan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas
kepala sekolah setiap unit di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Al Quds,
komite sekolah, serta para guru.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kasi Penmad, Edy Sultomi,
S.Ag., M.AP., yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda,
serta Pengawas Madrasah, Imran, M.Pd., beserta jajaran Yayasan Pendidikan Islam
Al Quds.
Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda, Imran,
M.Pd., menyampaikan bahwa penguatan kompetensi pendidik merupakan salah satu
faktor penting dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian dari upaya
menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan saat
ini.
"Penguatan kompetensi guru harus terus dilakukan melalui
berbagai inovasi dan kemitraan yang konstruktif. Dengan hadirnya metode
pembelajaran yang tepat, diharapkan kemampuan numerasi peserta didik semakin
meningkat sehingga mampu mendukung pencapaian mutu pendidikan madrasah secara
berkelanjutan,"
ujar Imran.
Sementara itu, Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda, Edy Sultomi, S.Ag., M.AP., yang hadir
mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, mengapresiasi
terjalinnya kerja sama antara Yayasan Pendidikan Islam Al Quds dan SCI
Indonesia. Menurutnya, sinergi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam
mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah melalui pengembangan
kompetensi sumber daya manusia dan inovasi pembelajaran.
"Kementerian Agama terus mendorong madrasah untuk
membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis yang memiliki visi
yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Implementasi metode pembelajaran
MATS MASTER diharapkan mampu memperkaya strategi pembelajaran guru sehingga
peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan numerasi yang lebih baik, tetapi
juga mampu berpikir kritis, sistematis, dan siap menghadapi tantangan
pembelajaran di masa depan," ujarnya.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada
penandatanganan nota kesepahaman, tetapi berlanjut melalui implementasi
program, pendampingan, pelatihan, serta evaluasi secara berkelanjutan agar
memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Melalui implementasi metode MATS MASTER, guru diharapkan
semakin kompeten dalam menyusun strategi pembelajaran yang efektif, sedangkan
peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang mampu memperkuat kemampuan
numerasi, berpikir logis, dan pemecahan masalah. Inovasi pembelajaran seperti
ini menjadi salah satu upaya dalam menciptakan ekosistem pendidikan madrasah
yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kementerian Agama Kota Samarinda menyambut baik setiap bentuk kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Sejalan dengan semangat transformasi pendidikan madrasah, sinergi antara yayasan pendidikan, satuan pendidikan, dan mitra strategis diharapkan terus diperkuat guna melahirkan pembelajaran yang inovatif, meningkatkan kompetensi pendidik, serta menghasilkan peserta didik yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. (dna/foto:pp)
