Samarinda (Humas) — Kementerian Agama Kota Samarinda melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menghadiri audiensi bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda terkait penguatan implementasi Pesantren Ramah Anak, Selasa (14/7), di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda.
Audiensi dihadiri oleh Kasi PD Pontren Kankemenag Kota Samarinda Widodo Santoso beserta jajaran, Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie, anggota Komisi IV, staf ahli, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda.
Dalam paparannya, Kasi PD Pontren Widodo Santoso menjelaskan peta jalan pembangunan Pesantren Ramah Anak yang berfokus pada penguatan tata kelola, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta penciptaan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Salah satu langkah utama yang didorong ialah penyusunan SOP pengasuhan, meliputi penerapan disiplin positif, mekanisme pengaduan yang melindungi identitas pelapor, serta peningkatan kompetensi dan pengawasan bagi para pengasuh pesantren.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menyampaikan bahwa sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam penyusunan SOP di lingkungan pesantren. Menurutnya, regulasi tersebut akan menjadi pembaruan penting dalam tata kelola pondok pesantren dan Komisi IV siap mendukung proses penyusunannya agar segera dapat direalisasikan.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat secara langsung melakukan pembinaan di madrasah karena adanya ketentuan kewenangan yang berbeda dengan sekolah umum. Namun demikian, Disdik berharap penyusunan regulasi dilakukan secara kolaboratif sehingga menghasilkan aturan yang jelas, selaras, dan dapat diterapkan secara efektif.
Melalui audiensi ini, Kementerian Agama Kota Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pesantren yang ramah anak, aman, serta mendukung tumbuh kembang santri secara optimal. (ar)
