Samarinda (Humas) - Dunia pendidikan Kalimantan Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Salah satu Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) asal Kabupaten Kutai Timur, Bapak Alfan Fanani, S.Pd., Guru PAI SMKN 1 Telen, berhasil meraih Juara II Tingkat Nasional dalam ajang Guru Berprestasi Kategori Tantangan Geografis Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti nyata dedikasi dan komitmen guru PAI dalam menjalankan tugas pendidikan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, sekaligus mengharumkan nama Kalimantan Timur di kancah nasional.
Penghargaan tersebut disampaikan
dan diapresiasi dalam rangkaian Kegiatan Koordinasi Ekosistem Moderasi Beragama
dan Wawasan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin yang diselenggarakan oleh Direktorat
Pendidikan Agama Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama
RI, pada Sabtu hingga Minggu, 20–21 Desember 2025, bertempat di Hotel Horison
Samarinda, Jalan Imam Bonjol Nomor 9, Kota Samarinda. Kegiatan ini merupakan
forum strategis yang mempertemukan unsur pusat dan daerah dalam rangka
memperkuat sinergi, konsolidasi program, serta penyamaan persepsi terkait
penguatan moderasi beragama di lingkungan satuan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda turut mengirimkan perwakilan resmi sebagai
peserta, yang terdiri dari unsur staf, pengawas, dan guru PAI lintas jenjang
pendidikan. Perwakilan tersebut meliputi Muhammad Idris, M.Pd. selaku Staf PAI
Kemenag Kota Samarinda, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd. dan Hildayani, S.Pd.I
sebagai Pengawas PAI, serta para guru PAI dari berbagai satuan pendidikan,
yakni Nurhayati, S.Pd.I (GPAI SMA), Hizbi Muttahid Ahmad, S.Pd.I (GPAI SMK), Muhammad
Baha Uddin, S.Pd.I (GPAI SMP), dan Gino, S.Pd.I (GPAI SD). Kehadiran para
peserta tersebut menjadi representasi komitmen daerah dalam mendukung program
nasional penguatan pendidikan agama Islam yang moderat dan berwawasan
kebangsaan.
Selain sebagai peserta kegiatan, Pengawas
PAI, juga turut memberikan pendampingan dan dukungan terhadap keterlibatan guru
PAI Kalimantan Timur dalam forum nasional tersebut. Peran pengawas dan guru
dalam kegiatan ini dinilai sangat strategis, mengingat mereka merupakan ujung
tombak implementasi nilai-nilai moderasi beragama dan Islam Rahmatan Lil
‘Alamin di lingkungan sekolah.
Penghargaan Guru Berprestasi
Kategori Tantangan Geografis diberikan kepada guru yang dinilai mampu
menunjukkan ketangguhan, kreativitas, serta inovasi dalam melaksanakan
pembelajaran pendidikan agama Islam di wilayah yang memiliki keterbatasan
akses, sarana, dan prasarana. Capaian yang diraih oleh Bapak Alfan Fanani,
S.Pd., menjadi gambaran nyata bahwa keterbatasan geografis bukanlah hambatan
untuk berprestasi dan berkontribusi secara optimal dalam dunia pendidikan.
Melalui kegiatan koordinasi ini,
para peserta juga mengikuti berbagai sesi pembahasan, mulai dari desain
penguatan ekosistem moderasi beragama dan wawasan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin di
sekolah, diskusi peran strategis guru dan pengawas PAI, hingga penyusunan
rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan di daerah masing-masing.
Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam
penguatan karakter peserta didik serta terciptanya iklim pendidikan yang
inklusif, toleran, dan berkelanjutan.
Prestasi yang diraih oleh Bapak Alfan Fanani, S.Pd. tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi dan inspirasi bagi para guru PAI lainnya, khususnya yang bertugas di wilayah dengan tantangan geografis. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memberikan apresiasi kepada pendidik yang terus berjuang meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di seluruh penjuru tanah air. (DNA/foto:PP)
