Samarinda (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda turut menghadiri kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Desa Pangan Aman, Pasar Aman Berbasis Komunitas, dan Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Princess Petung Room, Hotel Grand Verona Samarinda, pada Senin (3/11).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan program nasional keamanan pangan, yang bertujuan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program Desa Pangan Aman serta Pasar Aman Berbasis Komunitas (PPABK), sekaligus mendorong sekolah-sekolah untuk membudayakan pentingnya keamanan pangan dalam lingkungan pendidikan.
Dalam sesi monitoring dan evaluasi, peserta menyampaikan capaian program, identifikasi permasalahan, serta faktor-faktor penghambat yang ditemui di lapangan selama pelaksanaan kegiatan tahun 2025. Selain itu, dilakukan pula laporan pelaksanaan kegiatan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) dalam rangka persiapan menuju Menuju Badan Gelar (MBG) sebagai bentuk evaluasi dan penilaian keberhasilan program.
Acara juga diisi dengan paparan rencana aksi program tahun 2026 oleh perwakilan kepala kelurahan terkait pengembangan Desa Pangan Aman dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Paparan tersebut memuat strategi penguatan kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga mutu serta keamanan pangan di lingkungan masing-masing.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam mendukung program keamanan pangan di sektor pendidikan, panitia juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada MTsN Kota Samarinda dan MIN 2 Kota Samarinda. Kedua satuan pendidikan ini dinilai berhasil menerapkan budaya keamanan pangan secara berkelanjutan dan menjadi contoh baik bagi lembaga pendidikan lainnya.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana antusias dan penuh semangat kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, serta komunitas masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan sadar pangan di Kota Samarinda. (AR/foto: PENMAD)
