Samarinda (Humas) - Kementerian Agama Kota Samarinda berpartisipasi dalam kegiatan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Pendidikan Anti Narkoba Pada Keluarga yang diselenggarakan oleh BNNK Samarinda. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Samarinda, Dr. H. Ikhwan Saputera, S.Kom., M.Sos, hadir sebagai narasumber.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Pelita ini dihadiri oleh Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda dan Petugas Layanan Keluarga Berencana. Dalam kegiatan ini, BNNK Samarinda menghadirkan narasumber dari lingkungan Kementerian Agama guna memperkuat materi ketahanan keluarga dalam konteks pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Dr. Ikhwan dalam penyampaian materinya menekankan bahwa keluarga memiliki posisi sangat strategis sebagai benteng pertama dalam menjaga generasi dari bahaya narkoba. Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, keluarga atau al-usrah merupakan fondasi utama sebuah peradaban. “Ketika keluarga kuat, masyarakat akan menjadi kuat. Namun ketika keluarga rapuh, peradaban pun ikut roboh,” ujarnya.
Dalam materinya, Dr. Ikhwan juga mengangkat salah satu ayat penting dalam Al-Qur’an, QS. At-Tahrim ayat 6, yang memerintahkan orang-orang beriman untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Menurutnya, kandungan ayat ini menjadi basis keagamaan yang kuat dalam membangun kesadaran bahwa upaya menjaga keluarga dari penyalahgunaan narkoba bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi juga merupakan kewajiban spiritual.
Lebih lanjut, ia memaparkan peran Kementerian Agama dalam mendukung program pencegahan narkoba di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Kemenag memiliki ruang gerak yang luas melalui layanan edukasi keagamaan, dakwah preventif, konseling, pendampingan keluarga, hingga pemberdayaan para penyuluh. Peran ini, menurutnya, sangat penting dalam memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual generasi muda agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
Kemenag Kota Samarinda juga terus berupaya menjadi mitra strategis bagi BNNK dalam program sosialisasi dan pembinaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa para penyuluh dan ASN Kemenag wajib menjadi teladan bagi masyarakat dalam membangun keluarga yang bersih dari narkoba.
Kepala BNNK Samarinda melalui tim Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan bahwa kolaborasi seperti ini sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan keluarga, terutama dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkoba yang semakin kompleks. Melalui kegiatan ini, BNNK berharap sinergi dengan Kemenag dapat terus ditingkatkan demi menghadirkan edukasi yang menyeluruh—tidak hanya dari sisi hukum dan kesehatan, tetapi juga dari sisi agama sebagai pilar utama pembinaan akhlak.
Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa kerja sama antara BNNK dan Kemenag Samarinda dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata, khususnya dalam mewujudkan Ketahanan Keluarga untuk Masa Depan BERSINAR (Bersih dari Narkoba). (sif)
