Samarinda (Humas) — Suasana haru dan penuh kebanggaan
mewarnai kegiatan Wisuda Tahfidz Juz 29 dan 30 Angkatan II yang diselenggarakan
oleh Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Al-Ghazali dan Madrasah Diniyah
Al-Ghazali, Minggu (7/6/2026), di Gedung PPT MAN 2 Samarinda.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Kasi Pendidikan Diniyah
dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kota Samarinda, H. Mustofa
Nuri, S.HI., M.Pd.I., beserta jajaran staf PD Pontren. Hadir pula Ketua Yayasan
Al-Ghazali, Imam Sanusi, S.HI., M.H., para guru, orang tua santri, dan tamu
undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al-Ghazali, Imam Sanusi,
mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan lembaga pendidikan yang
dipimpinnya. Ia menyampaikan bahwa Al-Ghazali yang awalnya hanya memiliki lima
peserta didik, kini telah berkembang hingga memiliki ratusan santri.
“Alhamdulillah, lembaga yang dulu hanya lima orang, sekarang
sudah ratusan orang. Sejak tahun 2022, Al-Ghazali telah memiliki empat lembaga
pendidikan, yakni LPQ, Madin, MTs, dan MI,” ujarnya.
Ia berharap wisuda tahfidz ini menjadi motivasi bagi para
santri untuk terus mencintai Al-Qur’an serta menjadi generasi yang mampu
mengamalkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Plt. Kasi PD Pontren Kemenag Kota Samarinda, H. Mustofa Nuri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola lembaga, guru, dan orang tua yang telah mendampingi para santri dalam menghafal Al-Qur’an.
Ia berpesan agar para wisudawan tidak hanya mampu menghafal
Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak yang baik sesuai tuntunan Al-Qur’an.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menghormati guru dan orang tua sebagai
bagian dari keberkahan ilmu.
“Berakhlaklah sesuai Al-Qur’an, hormati guru dan orang tua.
Jangan berhenti sampai di sini, terus dampingi anak-anak hingga 30 juz,”
pesannya.
Kegiatan wisuda berlangsung khidmat dan menjadi momentum
penting dalam menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus belajar,
menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat. (Rey/foto:PDP)
